Scroll untuk baca artikel

Sejarah

Sejarah Singkat Tentang Pertempuran Tarakan Kalimantan Utara pada 1942

×

Sejarah Singkat Tentang Pertempuran Tarakan Kalimantan Utara pada 1942

Sebarkan artikel ini
Tentara Sekutu memegang pedang, bendera, dan umbul-umbul Jepang.
Tentara Sekutu memegang pedang, bendera, dan umbul-umbul Jepang.

Suarapena.com, JAKARTA – Pertempuran Tarakan yang terjadi pada 11 Januari 1942 melibatkan pasukan Belanda dan Jepang. Pertempuran Tarakan ini terjadi pada pada tanggal 11-12 Januari 1942 antara Hindia Belanda (sekarang Indonesia).

Perlu diketahui, Tarakan adalah sebuah pulau berawa-rawa kecil di Kalimantan Timur laut. Tarakan menjadi tujuan utama Kekaisaran Jepang dalam Perang Pasifik di wilayah Hindia Belanda.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pulau ini memiliki fasilitas 700 sumur minyak, kilang, dan pelabuhan udara. Penemuan minyak pada kedalaman yang relatif rendah di bawah tanah (50 hingga 300 meter) membawa makna besar bagi Tarakan.

Berita Terkait:  Sejarah Lahirnya TNI dan Perjalanannya Hingga Hari Ini

Pertempuran Tarakan sendiri dimulai sehari setelah Kekaisaran Jepang mendeklarasikan perang terhadap Kerajaan Belanda. Jepang membawa pasukan yang mendarat dari dua sisi timur pulau kota terbesar di Kalimantan Utara ini.

Meskipun Tarakan hanya sebuah pulau berawa kecil, fasilitas 700 sumur minyak, kilang, dan pangkalan udara (Lanud) nya menjadikan pulau ini salah satu tujuan penting bagi Jepang dalam Perang Pasifik.

Berita Terkait:  Sejarah G 30 S PKI, Latar Belakang, Kronologi Singkat, dan Dampaknya

Pertempuran berakhir dengan kemenangan Jepang. Dalam pertempuran ini, 300 tentara Belanda tewas, 40 terluka, dan 871 ditawan (215 dieksekusi). Sementara itu, Jepang kehilangan 255 tentara dan 38 terluka.

Pertempuran Tarakan kini menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia dan dunia. Setiap tanggal 11 Januari, Indonesia memperingati Hari Pertempuran Tarakan 1942. (*)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca