Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

Sesar Lembang Culture Edukasi Mitigasi Bencana Lewat Seni, Bangun Kesiapsiagaan Tanpa Rasa Takut

×

Sesar Lembang Culture Edukasi Mitigasi Bencana Lewat Seni, Bangun Kesiapsiagaan Tanpa Rasa Takut

Sebarkan artikel ini
Sesar Lembang Culture pilih seni sebagai medium edukasi kesiapsiagaan gempa.
Sesar Lembang Culture pilih seni sebagai medium edukasi kesiapsiagaan gempa.

Suarapena.com, BANDUNG – Kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana gempa di Kota Bandung tidak harus dibangun melalui ketakutan. Komunitas Sesar Lembang Culture memilih pendekatan seni dan kreativitas sebagai medium edukasi mitigasi bencana yang lebih menenangkan, reflektif, dan mudah diterima oleh publik.

Berlokasi di Titik Kumpul Sesar Lembang Culture Backyard, kawasan Dago Utara, ruang terbuka hijau ini dikelola sebagai ruang publik sekaligus pusat literasi kebencanaan, khususnya terkait potensi gempa akibat keberadaan Sesar Lembang.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Sesar Lembang sudah ada jauh sebelum kita lahir. Yang perlu kita lakukan bukan panik, tetapi bijak dan siap,” ujar Adi, salah satu inisiator Sesar Lembang Culture, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan sejumlah kajian ilmiah, termasuk dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sesar Lembang memiliki potensi berdampak pada wilayah aglomerasi Bandung yang dihuni sekitar 9 juta jiwa. Kondisi tersebut menjadikan edukasi mitigasi bencana sebagai kebutuhan penting yang harus disampaikan secara tepat dan berkelanjutan.

Berita Terkait:  Faisyal PDIP Minta Pemprov Jabar Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Musim Hujan

Salah satu pendekatan yang dikembangkan Sesar Lembang Culture adalah Dongeng Kelana, sebuah pertunjukan edukatif berbasis seni pertunjukan yang memadukan elemen video mapping, animasi, musik, dan pencahayaan. Melalui medium ini, pesan kesiapsiagaan bencana disampaikan secara naratif dan emosional.

Konsep Dongeng Kelana terinspirasi dari tradisi dongeng Smong di Simeulue, Aceh, yang dikenal efektif membangun kesadaran kolektif masyarakat dan terbukti menyelamatkan banyak nyawa saat tsunami 2004.

“Kami tidak menargetkan jumlah penonton. Yang kami tuju adalah keselamatan 9 juta jiwa,” kata Adi.

Berita Terkait:  DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Bencana: Ini Jadi Alarm Serius

Gerakan ini mengusung semangat warga jaga warga, dengan melibatkan kolaborasi lintas komunitas dan lintas disiplin. Dalam pelaksanaannya, Sesar Lembang Culture juga bekerja sama dengan BPBD, akademisi, serta pegiat lingkungan.

Untuk menjaga keberlanjutan, komunitas ini mengembangkan penguatan ekonomi kreatif, sehingga program edukasi dapat berjalan tanpa ketergantungan pada pendanaan pemerintah.

Ke depan, Sesar Lembang Culture berencana mengembangkan berbagai kegiatan kolaboratif lainnya, mulai dari pertunjukan seni, aktivitas kebugaran dan pemulihan mental (healing), hingga edukasi lingkungan, seperti pengelolaan sampah dan upaya pencegahan banjir.

Informasi mengenai agenda dan kegiatan Sesar Lembang Culture dapat diakses melalui akun Instagram @sesarlembangculture. (sp/ziz)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca