Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jakarta

Setahun Pramono–Rano Pimpin Jakarta, Tiga Persoalan Utama Masih dalam Proses Penanganan

×

Setahun Pramono–Rano Pimpin Jakarta, Tiga Persoalan Utama Masih dalam Proses Penanganan

Sebarkan artikel ini
Refleksi setahun kepemimpinan Pramono-Rano, dari mulai kota global, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga macet dan banjir.
Refleksi setahun kepemimpinan Pramono-Rano, dari mulai kota global, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga macet dan banjir.

Suarapena.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno melalui acara bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan apresiasi kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan DPRD DKI Jakarta atas kolaborasi selama satu tahun terakhir. Ia menyebut, kerja bersama itu berdampak pada peningkatan posisi Jakarta dalam indeks kota global, dari peringkat 74 menjadi 71 dalam 10 bulan terakhir.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Ini menunjukkan bahwa Jakarta terus bergerak dan bertransformasi menjadi kota global,” ujar Pramono.

Pramono mengakui tingkat ketimpangan pendapatan (gini ratio) di Jakarta masih relatif tinggi. Namun, ia mengklaim terdapat perbaikan dalam setahun terakhir, seiring pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,21 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,11 persen.

Bahkan pada triwulan IV, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat sebesar 5,71 persen.

“Saya yakin, mudah-mudahan tahun ini akan jauh lebih baik karena beberapa perbaikan mendasar yang kami lakukan,” kata dia.

Di sektor pendidikan, Pramono memastikan anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak akan dikurangi.

Berita Terkait:  Kemacetan Jakarta Rugikan Rp100 Triliun per Tahun, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Keselamatan

Sebanyak 707.513 siswa menerima KJP dengan total anggaran sekitar Rp 1,6 triliun. Sementara itu, 16.920 mahasiswa menerima KJMU. Total anggaran kedua program tersebut mendekati Rp 2 triliun.

Selain itu, lebih dari 6.000 penerima memanfaatkan program pemutihan ijazah. Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan sosial kepada 213.000 warga melalui Kartu Lansia Jakarta, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta.

Pemprov juga menggratiskan 40 sekolah swasta serta memberikan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata bagi penerima KJP dan KJMU.

Di bidang kesehatan, Pemprov DKI memperkuat layanan melalui 31 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Dua rumah sakit baru direncanakan dibangun, yakni RS Royal Batavia Cakung serta rumah sakit internasional di lahan Sumber Waras.

Program Pasukan Putih yang melibatkan 584 personel juga disebut mendapat respons positif dari masyarakat.

Pramono turut menyinggung kebijakan pelarangan konsumsi daging anjing dan kucing. Ia menyatakan Jakarta menjadi provinsi pertama yang menerapkan aturan tersebut.

Dalam aspek infrastruktur dan lingkungan, Pemprov DKI telah menyelesaikan 21 ruang terbuka hijau (RTH) baru. Taman Ayodya, yang menjadi lokasi acara, merupakan bagian dari pengembangan RTH seluas 5,6 hektare dengan lintasan jogging sepanjang 1,2 kilometer.

Berita Terkait:  Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada, Ada Potensi Banjir Rob 25 Februari-1 Maret 2026

Revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp 134 miliar juga tengah dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak swasta tanpa menggunakan APBD.

Pramono menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dan kritik masyarakat guna memastikan pembangunan berjalan lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rano Karno menyampaikan bahwa 97 persen dari total 40 program prioritas atau quick win telah diselesaikan. Tiga program lainnya masih dalam proses karena membutuhkan waktu lebih panjang.

Menurut Rano, terdapat tiga persoalan utama Jakarta yang menjadi prioritas penanganan, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

Untuk penanganan banjir, Pemprov DKI telah memulai normalisasi sungai, termasuk pembebasan lahan di sejumlah titik di sepanjang Sungai Ciliwung. Program tersebut akan dilanjutkan secara lebih masif pada 2026 dan mencakup sejumlah sungai lain serta pengerukan di wilayah Jakarta Barat.

Di sektor transportasi, Pemprov memperkuat integrasi dan penambahan armada Transjabodetabek dengan membuka rute-rute baru yang menghubungkan Jakarta dan wilayah penyangga.

“Kami sadar membangun Jakarta tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Namun, fondasi sudah kami letakkan. Tahun kedua ini kami memiliki arah program yang lebih terstruktur melalui APBD 2026,” ujar Rano. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca