“Inilah wajah-wajah Indonesia lama, yang murah senyum, ramah tamah menerima siapapun, tanpa melihat ras maupun aliran. Inilah wajah Indonesia yang pernah hilang, sekarang muncul,” papar Bante Wawan.
Sesampainya di Borobudur, ia dan puluhan Bhikkhu Thudong kemudian melakukan ritual tersendiri.
“Pada waktu masuk ke Borobudur, kita punya ritual tersendiri untuk umat Buddha. Kita menghayati dan bikkhu yang melakukan perjalanan tudhong mereka keluarkan semua perasaan sampai menangis,” urainya.
Bante Wawan berharap, semua pihak menjaga wajah Indonesia seperti sekarang, sebagai negara yang tidak memandang suku, ras dan agama.
“Maka kiranya, dengan menjaga Indonesia damai, maka akan banyak turis yang datang ke Indonesia,” pungkas Bante Wawan. (Sng/hms)










