Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Tanjab Barat, Sufrayogi Syaiful turut menanggapi positif terkait aksi organisasi Wartawan yang tergabung dalam Aliansi wartawan Indoesia. Menurutnya kelangkaan masker diduga akibat adanya operasi senyap oleh oknum agen yang membuat resah masyarakat.
“Jangankan masker, alkohol untuk mencuci tanganpun sudah tidak ada lagi di jual yang otomatis akan membuat resah masyarakat dan membuat suasana mencekam,” kata politisi partai golkar itu.
AdvertisementScroll untuk terus membaca
Dia meminta aparat kepolisian untuk mengungkap persoalan ini. Selain itu meminta Pemkab Tanjab Barat harus hadir dan turun tangan dengan menyediakan masker gratis dan alat cuci tangan gratis.
“Serta membuat himbauan kepada masyarakat baik di pintu gerbang pelabuhan maupun pintu-pintu masuk tamu dari luar,” imbuhnya.
Terpisah, Kadis Kesehatan Tanjab Barat, dr Andi Pada saat dikonfirmasi via whatsapp masih berkilah. “Nanti saja kita pertemuan menjelaskan terkait covid-19, biar paham semua dan wartawan membantu pemerintah,” ungkapnya singkat. (bin)










