Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

Skor Integritas Bekasi di Bawah Rata-rata Nasional, Wali Kota Temui KPK

×

Skor Integritas Bekasi di Bawah Rata-rata Nasional, Wali Kota Temui KPK

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah) saat bertemu Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah KPK Bahtiar Ujang Purnama (kiri), bahas sejumlah hal, di antaranya Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK, yang mencatat Kota Bekasi memiliki skor 70,58, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 72, Kamis (22/1/2026).
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah) saat bertemu Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah KPK Bahtiar Ujang Purnama (kiri), bahas sejumlah hal, di antaranya Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK, yang mencatat Kota Bekasi memiliki skor 70,58, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 72, Kamis (22/1/2026).

Suarapena.com, BEKASI – Skor integritas Pemerintah Kota Bekasi masih berada di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kota Bekasi mencatat skor 70,58, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 72.

Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang audiensi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dengan KPK RI, Kamis (22/1/2026). Dalam pertemuan dengan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah KPK Bahtiar Ujang Purnama itu, Tri menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat integritas dan mencegah praktik korupsi di lingkungan Pemkot Bekasi.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Penguatan integritas dan tata kelola harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan pemerintahan dan program strategis daerah,” ujar Tri.

Tri menyampaikan, Pemkot Bekasi berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan administrasi dan keuangan masa lalu yang masih menjadi temuan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Menurut dia, penyelesaian tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab jabatan sekaligus upaya membangun tata kelola pemerintahan yang tertib dan akuntabel.

Berita Terkait:  Sayuran Hydroponik Alternatif Persediaan Pangan Saat Ini

“Kita tidak bisa menghindar dari persoalan lama. Semua harus diselesaikan satu per satu, karena setiap jabatan adalah amanah,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, KPK juga memaparkan indikator pencegahan korupsi lainnya. Skor Monitoring Center for Prevention (MCP) Kota Bekasi tercatat 82,67. KPK menargetkan peningkatan skor SPI Kota Bekasi hingga 81 melalui komitmen dan kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.

Direktur Korsup Wilayah KPK Bahtiar Ujang Purnama menegaskan, pencegahan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial atau reaktif. Menurut dia, pemerintah daerah harus membangun sistem pengawasan dan tata kelola yang konsisten, terutama di wilayah perkotaan dengan dinamika dan kepentingan yang kompleks seperti Bekasi.

Berita Terkait:  Bakal Calon Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Santuni 150 Yatim di Kediamannya 

“Pemerintah daerah tidak boleh menunggu masalah muncul. Pencegahan harus menjadi pagar sejak awal melalui perbaikan tata kelola yang berkelanjutan,” ujar Bahtiar.

Ia juga menyoroti sektor pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan dan pengelolaan rumah sakit umum daerah (RSUD), yang dinilai berpengaruh besar terhadap persepsi publik dan penilaian integritas. Bahtiar menegaskan, pencegahan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab Inspektorat, melainkan seluruh pimpinan dan jajaran OPD.

Hal tersebut pun disambut hangat oleh orang nomor satu di Bekasi, Tri menyatakan kesiapan Pemkot Bekasi untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi KPK, termasuk dalam penguatan integritas, pembenahan tata kelola, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program strategis daerah.

“Dengan pendampingan KPK, kami berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Tri. (sp/ndt)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca