Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Sudah Renggut 4 Nyawa, Begini Upaya Intensif Kota Bekasi dalam Memerangi Wabah DBD

×

Sudah Renggut 4 Nyawa, Begini Upaya Intensif Kota Bekasi dalam Memerangi Wabah DBD

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI – Dalam menghadapi tantangan serius yang ditimbulkan oleh Demam Berdarah Dengue (DBD), tercatat 441 kasus hingga pertengahan Maret 2024, dengan empat kasus tragis berujung pada kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengungkapkan bahwa dua kematian terjadi di Jatiasih, satu di Jatisampurna, dan satu lagi di Bekasi Selatan.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Jatiasih mencatat 117 kasus dan dua kematian, angka ini merupakan yang tertinggi di antara kecamatan lainnya, diikuti oleh Bantargebang dengan 60 kasus.

Data terbaru menunjukkan peningkatan 111 kasus baru pada bulan Maret, dengan kelompok usia 15-44 tahun menjadi yang paling banyak terdampak, diikuti oleh kelompok usia 5-14 tahun.

Berita Terkait:  Dinkes Kota Bekasi Belum Identifikasi Varian Covid-19 Arcturus

“Laki-laki tercatat lebih banyak terinfeksi dengan 73 kasus, sementara perempuan dengan 38 kasus,” ujar Tanti, Rabu (20/3/2024).

Pemerintah Kota Bekasi dan Dinas Kesehatan setempat telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memerangi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini.

Mereka mengajak warga untuk aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN), baik di rumah maupun di sekolah, sebagai benteng pertahanan pertama melawan DBD.

Dinas Kesehatan juga telah menegaskan kesiapsiagaannya dengan memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai di puskesmas.

Sebagai respons terhadap situasi ini, berbagai langkah telah diambil, termasuk pembentukan grup Whatsapp untuk koordinasi cepat, distribusi larvasida, siaran radio edukatif, dan monitoring intensif oleh Tim DBD.

Berita Terkait:  Dinas Kesehatan Bekasi Terima Kunjungan DPRD Siak Terkait Universal Health Converage

Kolaborasi dengan BBTKLP – Kemenkes juga telah dilakukan untuk survei perilaku vektor dan surveilans resistensi insektisida.

Selain itu, evaluasi layanan KDRS DBD di rumah sakit, pelatihan petugas fogging, diseminasi informasi tentang vektor DBD, pemantauan melalui aplikasi Silantor, dan deteksi dini infeksi dengue dengan Rapid DBD Combo adalah beberapa dari banyak upaya yang telah dilaksanakan.

Dengan langkah-langkah ini, Kota Bekasi berharap dapat mengurangi insiden DBD dan melindungi warganya dari dampak buruk penyakit ini. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca