Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Taman Cempulutan, Wisata Alam Berbasis Desa di Purbalingga

×

Taman Cempulutan, Wisata Alam Berbasis Desa di Purbalingga

Sebarkan artikel ini
Wisata alam berbasis desa di Purbalingga, Taman Cempulutan resmi dibuka untuk umum.
Wisata alam berbasis desa di Purbalingga, Taman Cempulutan resmi dibuka untuk umum.

Suarapena.com, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga memiliki destinasi wisata alam baru. Taman Cempulutan yang berada di Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, resmi dibuka dan dikelola secara mandiri oleh BUMDes Krida Mukti Desa Kramat.

Pengelolaan berbasis desa tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengembangkan potensi wisata lokal yang berkelanjutan.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Direktur BUMDes Krida Mukti, Musodik, mengatakan Taman Cempulutan dirancang sebagai ruang rekreasi keluarga dengan fasilitas yang cukup lengkap. Di kawasan ini tersedia kolam renang anak, taman bermain, gazebo, musala, aula pertemuan, serta area perkemahan.

“Selain kolam renang dan taman bermain, kami juga menyediakan aula untuk pertemuan dan area camping bagi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan,” kata Musodik saat peresmian Taman Cempulutan, beberapa waktu lalu, Jumat (2/1/2026).

Menurut Musodik, kolam renang menjadi salah satu daya tarik utama karena menggunakan sumber air alami dari Sungai Singa yang mengalir di wilayah Desa Kramat. Air alami tersebut memberikan sensasi berenang yang lebih segar bagi pengunjung.

Berita Terkait:  Desa Wisata Indonesia: Keindahan Alam, Budaya, dan Keberlanjutan yang Mendunia

Untuk menikmati seluruh fasilitas, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 tanpa biaya tambahan. Sementara itu, untuk kegiatan berkemah dikenakan tarif tersendiri karena pengelola menyediakan fasilitas pendukung, termasuk tenda.

“Dengan tiket Rp5.000, pengunjung sudah bisa menikmati semua fasilitas yang ada,” ujar Musodik.

Ia menambahkan, pembangunan Taman Cempulutan bersumber dari penyertaan modal desa sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap pengembangan potensi lokal. Keberadaan objek wisata ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan BUMDes dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain menikmati suasana alam, pengunjung juga dapat mencicipi Kopi Sigotak, kopi robusta khas Desa Kramat yang menjadi produk unggulan desa. Kopi ini dikenal memiliki aroma kuat dan kandungan antioksidan yang tinggi.

Kepala Desa Kramat, Jarwani, menyampaikan bahwa pengembangan Taman Cempulutan merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa bersama BUMDes dan masyarakat dalam mengembangkan wisata berbasis alam dan konservasi.

“Kami berharap Taman Cempulutan bisa menjadi pintu masuk pengembangan wisata konservasi Sigotak Desa Kramat atau Siregol Argo Buthak,” kata Jarwani.

Berita Terkait:  Desa Wisata Indonesia: Keindahan Alam, Budaya, dan Keberlanjutan yang Mendunia

Menurut dia, Taman Cempulutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan dan penggerak ekonomi masyarakat. Kawasan ini terhubung dengan potensi wisata alam lain di sekitarnya, seperti Bukit Siregol yang dikenal memiliki panorama perbukitan, aliran sungai, dan curug alami.

Dengan keterhubungan antar-destinasi tersebut, wisatawan diharapkan dapat tinggal lebih lama dan menjelajahi potensi wisata Desa Kramat secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sumarsono, mengapresiasi hadirnya destinasi wisata baru tersebut. Ia mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan, khususnya pada wahana kolam renang.

“Kolam renang memiliki risiko tinggi, sehingga perlu dilengkapi dengan standar keselamatan seperti lifeguard dan petugas yang siaga,” ujarnya.

Selain aspek keselamatan, Sumarsono juga mendorong pengelola untuk menerapkan nilai-nilai Sapta Pesona, termasuk keramahan petugas dan penataan kawasan, agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga seiring meningkatnya kunjungan. (sp/hp)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca