SUARAPENA.COM – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu launching Ruang Asyik sebagai wadah bagi komunitas pengusaha di wilayah Jawa Barat.
Launching Ruang Asyik berlangsung di Pertokoan Duta Permai, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/5/2018).
Dalam sambutannya, Ahmad Syaikhu mengajak generasi muda agar bergabung dengan Asyik Preneur. Dengan bergabung bersama Asyik Preneur jiwa entrepreneur atau berwirausaha lebih terbuka.
Menjadi salah satu solusi pengentasan pengangguran, Ruang Asyik ditarget tersebar di 1000 titik di wilayah Jawa Barat.
“InsyaAllah bisa tercapai target 1000 titik di Jawa Barat, bikin usaha itu asyik,” kata Syaikhu.
Syaikhu menegaskan, mengais rejeki harus tetap bersemangat dengan cara yang halal. Dia memberikan motivasi kepada para pengusaha muda yang hadir dalam acara launching agar tidak membatasi diri mencari rejeki.
“Lebih baik mendapatkan harta yang banyak dengan cara halal, daripada sedikit tapi haram,” tegasnya.
Melalui Asyik Preneur pengusaha pemula bisa belajar cara melihat peluang, memulai sebuah usaha, hingga pengembangan dan memasarkan produk usahanya.
Proyeksi Tiga Sektor Usaha di Wilayah Jawa Barat
Ahmad Syaikhu menambahkan, ada tiga sektor usaha yang bakal menjadi prioritas peningkatan ekonomi masyarakat Jawa Barat.
Sektor usaha yang pertama adalah sektor teknologi, seperti desain grafis, fotografi, hingga dunia fashion. Kedua, Asyik Preneur juga menyasar wilayah pertanian untuk membantu pemuda yang kesulitan memasarkan hasil pertanian.
“Bagaimana mengembangkan teknologi pascapanen, misalnya memasarkan dengan online, jalur pasar untuk daerah pertanian,” ujar Syaikhu.
Sementara yang ketiga adalah sektor perikanan. Pada sektor pertanian tidak saja fokus pada industri perikanan saja, tetapi juga garam.
Syaikhu mengungkapkan adanya peluang besar industri garam di wilayah Jawa Barat. Pesisir pantai yang panjang membentang di Jawa Barat seharusnya dioptimalkan untuk produksi garam.
“Ada pengusaha yang kreativitasnya muncul, memproduksi garam tanpa terpengaruh cuaca. Jadi meskipun musim hujan masih bisa tetap memproduksi garam,” katanya. (sng)










