SUARAPENA.COM – Kepala Badan Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Widwiono mengatakan bahwa peran aktif masyarakat terbukti efektif menurunkan angka stunting yang masih ada sampai sekarang.
Saat ini, angka stunting sudah turun dari 27,6 pesen menjadi 20,9 persen.
Sedangkan angka stunting nasional turun dari 27,6 persen ke 24 persen.
“Jawa Tengah sudah leading penurunanya, hampir tujuh persen. Bagus sekali,” ujar Widwiono dalam kegiatan Gerak Stunting Tingkat Kabupaten/Kota di Hotel Grandhika, Semarang, Senin (27/6/2022).
Meski begitu, pihaknya tak lantas berpuas diri. Pasalnya, nasional tetap meminta Jateng untuk mempercepat lagi melakukan penurunan kasus.
Ia mengaku keterlibatan banyak pihak dalam penanganan stunting ini terus bermunculan.
Bahkan, ada program pengasuhan anak stunting dengan bantuan berupa pemberian makanan tambahan selama enam bulan dari PT Indofood Sukses Makmur, Baznas Provinsi Jateng dan Baznas kabupaten/kota, Hotel Safin Kabupaten Pati, Bank Jateng, dan pihak lainnya.
“Gotong royong (ini sangat bagus), tidak hanya di-support anggaran pemerintah, tapi di-support (juga) pembiayaan masyarakat,” ucapnya.
Dirinya pun berharap agar masyarakat dapat terus berperan aktif mempercepat penurunan angka kasus ini.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambut baik kegiatan Gerak Stunting ini.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan ajang koordinasi antara pemerintah dan pihak terkait lain.
Ia juga mengusulkan adanya demo memasak menu pencegahan stunting, hingga inovasi Sistem Informasi Perizinan Tenaga Medis Layanan Cepat Terintegrasi Kota Semarang atau yang disingkat Simpanglima.
“Kita keliling 16 kecamatan dengan membuat, yang namanya Dahsyat, Dapur Sehat Atasi Stunting. Kemudian pemberian makanan tambahan. Dengan itu, diharapkan mempercepat penurunan stunting ini,” ungkap dia. (Ms/cr07)










