Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Tingkatkan Efisiensi Anggaran, Anggota Komisi XI Dukung Konsolidasi Belanja Pengadaan

×

Tingkatkan Efisiensi Anggaran, Anggota Komisi XI Dukung Konsolidasi Belanja Pengadaan

Sebarkan artikel ini
Potret Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin yang menyambut baik dan mendukung tindak lanjut konsolidasi belanja pengadaan untuk semakin menghemat uang negara.
Potret Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin yang menyambut baik dan mendukung tindak lanjut konsolidasi belanja pengadaan untuk semakin menghemat uang negara.

Suarapena.com, JAKARTA – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyebut kebijakan konsolidasi belanja pengadaan laptop mampu menghemat anggaran hingga Rp1,8 triliun sepanjang tahun 2022.

Sebelumnya, belanja pengadaan laptop dilakukan secara terpisah-pisah di setiap kementerian/lembaga, sehingga tidak efisien. Untuk itu, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menyambut baik dan mendukung tindak lanjut konsolidasi belanja pengadaan untuk semakin menghemat uang negara.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Saya kira upaya konsolidasi ini sangatlah bagus dan perlu terus dilanjutkan, supaya kita bisa menghemat anggaran dari belanja pengadaan. Penghematan ini tentunya bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang memang prioritas dan mendesak, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem,” kata Puteri dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI dengan LKPP pada Rabu (21/6/2023) lalu.

Puteri juga mendorong LKPP untuk terus mengawasi pelaksanaan pengadaan pada kementerian/lembaga. Termasuk untuk terus memperbaharui ketersediaan barang yang tersedia di aplikasi e-catalogue.

Berita Terkait:  DPR Soroti Potensi Tekanan APBN Akibat Kenaikan Harga Minyak Dunia

Karena menurutnya, ketersediaan barang didalam e-catalogue ini harus terus direfresh agar selalu update.

“Ini karena kami sempat mendapat keluhan dari beberapa petani yang mengaku mendapatkan bantuan alat pertanian. Namun, alat tersebut sudah tidak lagi cocok dengan kebutuhan maupun standar petani. Tapi, terpaksa diberikan karena hanya tinggal peralatan jenis tersebutlah yang tersedia di e-catalogue. Padahal, alat ini sudah mulai ditinggalkan petani karena sudah tidak lagi sesuai,” ungkap Puteri.

Di sisi lain, Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga turut menyampaikan apresiasinya atas peran pendampingan LKPP dalam Proyek Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1), sehingga berhasil diluncurkan pemerintah beberapa hari lalu di Florida, Amerika Serikat.

Berita Terkait:  Peretasan BSI Disorot DPR, Keamanan Siber Perbankan Harus Berlapis

“Kami pastinya bangga atas upaya konkret pemerintah untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat Indonesia, terutama di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) dan pedesaan. Tak terkecuali desa-desa di daerah pemilihan saya yang masih sering ditemukan blank spot,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LKPP Hendrar Prihadi pun langsung merespons hal yang disampaikan Puteri.

Ia menyampaikan telah melaksanakan konsolidasi untuk belanja pengadaan laptop, pupuk NPK, alat kesehatan, hingga kit stunting dengan total penghematan APBN mencapai Rp1,69 triliun.

“Kemarin, kami juga sudah ketemu Gubernur Jawa Tengah yang akan mengkonsolidasikan pengadaan untuk seragam dan meubelair. Serta, kami sedang selesaikan dengan KPU untuk logistiknya pemilu. Mudah-mudahan dengan terus bertambahnya waktu, kita bisa melakukan upaya untuk penghematan APBN,” ucap Hendrar. (Bo/Sp)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca