SUARAPENA.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan meminta agar Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) dibangun dengan baik.
“Kualitasnya harus terbaik dan unggul,” ucap Luhut saat meninjau pembangunan Tol Becakayu di Bekasi, Jumat (24/12/2012).
Luhut meninjau pembangunan ruas tol Seksi 2B yang akan melengkapi keberadaan Jalan Tol Becakayu Seksi 1 sampai 2A ujung, dari Jakarta Timur hingga Kota Bekasi. Dalam tinjauan tersebut Luhut didampingi oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki.
Seksi 2B Marga Jaya−Tambun ini memiliki panjang 6,9 km. Tersambungnya Tol Becakayu hingga ke Tambun, tentunya akan menambah kapasitas jaringan jalan dan meningkatkan konektivitas ke kawasan industri. Tol Becakayu Seksi 2B sendiri akan tersambung dengan Tol Jakarta−Cikampek.
Jalan Tol Becakayu merupakan ruas jalan tol yang dicanangkan sejak tahun 1997 dengan panjang 23,67 kilometer. Keberadaan tol ini diperlukan untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Kalimalang dan Tol Jakarta–Cikampek yang sering mengalami penumpukan volume kendaraan khususnya di Gerbang Tol Halim.
Hasil analisis kinerja lalu lintas jam puncak pada hari kerja menunjukkan, tanpa adanya Tol Becakayu, Tol Jakarta–Cikampek segmen Cikunir–Bekasi Barat–Bekasi Timur–Tambun akan mengalami over kapasitas pada 2025. Kehadiran Tol Becakayu diproyeksikan akan mengurai kapasitas hingga 10 persen sehingga lalu lintas akan lebih lancar.
Tidak hanya itu, Tol Becakayu Seksi 2B juga akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas barat-timur secara umum, khususnya pada ruas jalan di sepanjang koridor Tol Becakayu Seksi 2B. (sng)










