Scroll untuk baca artikel
HeadlineHukrim

Tito: Negara Ini Tidak Akan Kalah oleh Kelompok Teroris Manapun

×

Tito: Negara Ini Tidak Akan Kalah oleh Kelompok Teroris Manapun

Sebarkan artikel ini
terorisme - tito karnavian
Jenderal Polisi Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers terkait terorisme pasca ledakan bom Kampung Melayu. Foto: Adien / Suarapena.com

SUARAPENA.COM – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak akan bisa dikalahkan oleh kelompok teroris manapun. Pihaknya mengaku telah memetakan jaringan teroris yang ada di Indonesia, dan mengetahui jaringannya.

“Negara ini tidak akan kalah oleh kelompok teroris manapun. Kita sangat yakin bisa mengalahkan mereka,” katanya dalam jumpa pers yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (26/5/2017) malam.

Menang dalam melawan teroris, polisi tidak sendirian. Menurut Tito, perlu adanya dukungan dari masyarakat dan para tokoh untuk memberikan pengetahuan yang baik kepada masyarakat. Apalagi di Bulan Suci Ramadan, Tito berharap agar tidak ada lagi korban berjatuhan dari warga tak berdosa seperti pada kasus Bom Kampung Melayu.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Menurutnya, aksi terorisme peledakan bom di Kampung Melayu Jakarta Timur dilakukan dua orang, yang memang telah masuk dalam daftar pencarian Densus 88 Anti Teror. Tetapi karena berbekal dari beberapa pengalaman sebelumnya yang selalu digagalkan ketika akan beraksi, maka kedua orang ini bisa lebih licin menghindari intelijen.

Berita Terkait:  Densus 88 Tangkap 59 Terduga Teroris yang Ingin Ganggu Pemilu 2024

“Kedua orang ini masuk Jaringan Bandung Raya, pada Desember tahun lalu sempat ada penyergapan di Waduk Jatiluhur, dan menggagalkan rencana mereka untuk mengebom sebuah losmen di Jakarta,” ungkap Tito.

Dia juga mengklaim memiliki data peta jaringan terkait terorisme, pendanaan, hingga hubungan luar negeri jaringan teroris. Pasca ledakan bom di Kampung Melayu sendiri, saat ini Densus 88 Anti Teror sedang melakukan pengejaran orang yang terlibat dalam jaringan terorisme.

Berita Terkait:  Densus 88 Tangkap 59 Terduga Teroris yang Ingin Ganggu Pemilu 2024

“Kita tunggu hasilnya sampai tujuh hari kedepan,” tambahnya. (sng)