Suarapena.com, SOLO – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho bersama Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono meninjau kesiapan Jalan Tol Solo–Yogyakarta menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2026.
Peninjauan dilakukan dengan menyusuri langsung ruas tol dari Gerbang Tol (GT) Prambanan hingga GT Purwomartani. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta pengaturan lalu lintas dalam menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan saat arus mudik Lebaran.
Irjen Pol Agus mengatakan, ruas Tol Solo–Yogyakarta hingga Prambanan akan difungsionalkan saat periode Lebaran 2026. Jalur tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah Surabaya dan Jakarta yang bertemu di Solo menuju Yogyakarta.
“Kami melakukan survei kesiapan ruas Tol Solo–Yogyakarta menjelang Operasi Ketupat Lebaran. Dari Prambanan hingga Yogyakarta nantinya dapat difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus mudik,” ujar Agus, Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, Korlantas Polri telah berkoordinasi dengan PT Jasa Marga serta para pemangku kepentingan terkait guna menyiapkan pengaturan akses masuk dan keluar tol, termasuk di GT Purwomartani.
“Koordinasi dilakukan agar pengaturan lalu lintas berjalan optimal sehingga saat Operasi Ketupat nanti arus kendaraan dapat tetap lancar,” kata Agus.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan pihaknya terus memastikan kesiapan ruas Tol Solo–Yogyakarta yang saat ini telah tersambung hingga Prambanan dan Purwomartani untuk digunakan secara fungsional.
“Kami bersama Kakorlantas memastikan kesiapan Tol Yogya–Solo. Sejumlah skema pengaturan lalu lintas telah disiapkan agar ruas ini dapat dimanfaatkan secara optimal saat arus mudik,” ujar Rivan.
Jasa Marga juga menyiapkan rest area KM 19A ruas Tol Yogya–Solo yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini dan akan digunakan secara fungsional saat Lebaran 2026. Rest area tersebut memiliki luas lebih dari 5 hektare dan akan dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk toilet dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Selain itu, ruas Tol Yogyakarta–Bawen serta Tol Bawen–Ambarawa yang progres pembangunannya telah mencapai sekitar 90 persen juga direncanakan difungsionalkan. Keberadaan ruas tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik, khususnya bagi kendaraan yang menuju Magelang dan sekitarnya.
“Dengan difungsikannya ruas Bawen–Ambarawa, kendaraan tidak perlu keluar ke jalan arteri Bawen dan dapat langsung keluar melalui exit Ambarawa,” kata Rivan. (sp/hp)










