Scroll untuk baca artikel

Pemerintahan

Bahas Pengembangan Angkutan Massal Perkotaan, Menhub Budi dan PJ Heru Bertemu

×

Bahas Pengembangan Angkutan Massal Perkotaan, Menhub Budi dan PJ Heru Bertemu

Sebarkan artikel ini
Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) bersama PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kanan) saat bertemu dan membahas terkait pengembangan angkutan massal perkotaan.
Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) bersama PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kanan) saat bertemu dan membahas terkait pengembangan angkutan massal perkotaan.

Suarapena.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono belum lama ini bertemu.

Dalam pertemuannya, mereka membahas terkait pengembangan angkutan massal perkotaan, diantaranya terkait pengembangan proyek LRT Jakarta, MRT Jakarta Fase 3, dan pengembangan Stasiun Tanah Abang.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Saya menyambut baik inisiasi dari Pemprov DKI Jakarta untuk terus menggalakkan angkutan massal perkotaan karena DKI Jakarta menjadi contoh bagi kota lainnya di Indonesia untuk mengembangkan angkutan massal-nya,” ujar Menhub Budi dalam keterangannya, Rabu (8/2/2023).

Terkait rencana pengembangan LRT Jakarta (Velodrome – Manggarai), Menhub mendukung inisiatif dari Pemprov untuk menyambung jalur LRT dari Pegangsaan Kelapa Gading, Velodrome, sampai ke Stasiun Manggarai.

Menurutnya, itu semua akan terintegrasi dengan angkutan massal lainnya seperti KRL Jabodetabek maupun kereta jarak jauh.

Berita Terkait:  Pemprov DKI Terapkan Jam Kerja Fleksibel dan WFH bagi ASN Antisipasi Cuaca Ekstrem

“Stasiun Manggarai sedang disiapkan untuk menjadi stasiun sentral yang menjadi pusat pertemuan KRL dari berbagai rute seperti, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang.

Ini tambah lagi satu titik yaitu dari Kelapa Gading ke Manggarai. Saya pikir ini suatu langkah yang strategis. Pemprov DKI sudah mengalokasikan dana dan ditargetkan selesai pada September 2024,” tuturnya.

Terkait pengembangan Stasiun Tanah Abang, Menhub juga menyetujui inisiatif dari Pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan Stasiun Tanah Abang menjadi lebih baik dengan fasilitas yang lebih lengkap, dan bisa menjadi icon baru yang menarik perhatian masyarakat.

Ia menyebut nanti pengerjaannya akan dilakukan oleh tiga instansi, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, dan Pemprov DKI Jakarta.

“Kemenhub memiliki tanah sekitar 4 hektar atau sekitar 500 meter dari Stasiun Tanah Abang yang sekarang. Pemprov DKI sudah minta akan membangun dan juga memperbaiki lingkungannya. Jadi nantinya ketika turun dari Stasiun Tanah Abang, tidak langsung ke jalan raya, tetapi akan melewati taman yang bagus, dan bangunannya juga lebih bagus,” ucap Menhub.

Berita Terkait:  Besok Pemprov Bakal Tetapkan UMP Jakarta 2025

Sedangkan pembangunan MRT Jakarta Fase 3 timur barat (east-west), Menhub mengatakan telah membahas bersama Pemprov DKI mengenai proyek pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 3 rute segmen Kembangan – Medan Satria. Nantinya rute ini akan menyambung sampai ke Bekasi.

“Kita butuh role model pengembangan angkutan massal perkotaan yang baik. Salah satu contohnya adalah DKI Jakarta yang bersedia memberikan subsidi untuk angkutan massal di kotanya sehingga meringankan beban cost masyarakat dan masyarakat memiliki banyak pilihan transportasi, seperti Trans Jakarta, MRT, dan juga LRT. Semoga ini bisa menjadi contoh kota lainnya,” pungkasnya. (Sp/Pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca