Suarapena.com, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia mulai mematangkan persiapan Operasi Ketupat usai merampungkan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran segera mengalihkan fokus untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran.
Irjen Agus menekankan pentingnya peran Direktur Lalu Lintas di setiap wilayah dalam mengidentifikasi potensi persoalan di lapangan serta menyusun langkah antisipatif sejak dini. Menurut dia, pendekatan strategis dan inovatif diperlukan agar Operasi Ketupat dapat berjalan lebih optimal.
“Selesai Natal dan Tahun Baru, kita sudah harus menghadapi Operasi Ketupat. Saya minta para Direktur Lalu Lintas bisa mengidentifikasi persoalan-persoalan dan melakukan inovasi-inovasi untuk mempersiapkan yang terbaik,” kata Agus, Jumat (9/1/2026).
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Polri juga akan menekankan pendekatan kemanusiaan selama Operasi Ketupat. Sejumlah langkah disiapkan, antara lain pendirian pos pelayanan di sepanjang jalan tol serta kegiatan sosial seperti pembagian takjil kepada masyarakat.
“Saya sudah beberapa kali berdiskusi dengan para pejabat utama terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan. Ada kegiatan yang bersifat kemanusiaan, seperti pos-pos pelayanan dan pembagian takjil,” ujarnya.
Selain itu, Kakorlantas meminta jajaran melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat pada tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut diharapkan dapat melahirkan pola pengamanan yang lebih masif dan efektif, sekaligus meningkatkan indikator keberhasilan operasi.
“Silakan mengevaluasi pelaksanaan tahun lalu dengan pendekatan yang lebih masif dan cara bertindak yang lebih progresif, sehingga indikator keberhasilan Operasi Ketupat bisa lebih baik,” tutur Agus.
Agus juga menyarankan pemerintah untuk memperluas program mudik gratis, khususnya bagi pengguna sepeda motor. Ia menilai, pemanfaatan kereta api untuk mengangkut pemudik beserta kendaraannya dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan.
“Jika pengguna kendaraan roda dua bisa beralih ke mudik gratis dengan kereta api, aktivitas di jalan akan berkurang dan risiko kecelakaan juga bisa ditekan,” kata dia.
Menutup arahannya, Kakorlantas mengingatkan pentingnya konsistensi dan ketahanan seluruh personel dalam mengelola Operasi Ketupat. Meski penuh tantangan, jajaran diminta tetap menjaga kesiapan karena terdapat sejumlah agenda besar yang harus dikendalikan secara optimal.
“Kita tidak boleh lelah karena ada agenda-agenda besar operasi yang harus kita kelola dengan baik. Rencana dan terobosan ini akan kembali dibahas dalam rapat lanjutan,” ujar Agus. (sp/hp)










