Suarapena.com, BEKASI – Usai melaksanakan Reses I Tahun Anggaran 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Faisal, menyebut dari ratusan aspirasi warga yang disampaikan masih didominasi oleh persoalan banjir dan infrastruktur lingkungan.
Sejumlah titik rawan banjir di wilayah Pondokgede masih menjadi keluhan masyarakat. Karena itu, penanganan banjir menjadi prioritas yang akan diperjuangkannya.
“Banyak aspirasi yang masuk terkait pematusan wilayah, perbaikan drainase, dan pemasangan u-ditch. Ini menjadi kebutuhan mendesak warga,” ujar Faisal, Rabu (18/2/2026).
Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan usulan perbaikan jalan lingkungan serta penambahan penerangan jalan umum (PJU). Tak hanya itu, peningkatan insentif bagi pengurus RT dan RW hingga kebutuhan perlengkapan posyandu turut menjadi perhatian.
Menurut Faisal, aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota.
“Sebagian aspirasi ini belum terakomodir dalam Musrenbang. Melalui fungsi dan kewenangan kami di DPRD, tentu akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan,” katanya.
Di luar pembangunan fisik, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif juga menjadi salah satu fokus. Faisal menilai, penguatan sektor tersebut penting untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menargetkan, hasil reses yang telah diserahkan kepada pimpinan DPRD Kota Bekasi dapat dibahas lebih lanjut dan masuk dalam perencanaan anggaran Tahun 2027.
“Harapannya, aspirasi masyarakat ini bisa terealisasi pada 2027 mendatang,” kata dia. (sp/pr)










