Scroll untuk baca artikel

Hukrim

75 Pegawai KPK Lebih Memilih Dipecat daripada Dibina

×

75 Pegawai KPK Lebih Memilih Dipecat daripada Dibina

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Supradiono menyatakan pihaknya lebih memilih dipecat daripada mendapat pembinaan kembali.

Hal itu disampaikannya pada saat diundang dalam acara stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Mereka menolak dibina untuk bisa kembali mendapatkan kesempatan menjadi aparatus sipil negara (ASN).

“Ini pelecehan bagi kita, lebih baik kita dipecat daripada harus dibina lagi,” ungkap Giri, Jumat (28/5/2021).

Berita Terkait:  Hamdan Zoelva Beberkan Sejumlah Masalah Jika Pemilu 2024 Ditunda

Hal senada juga disampaikan Kepala Satgas Penyelidikan KPK Harun Al Rasyid. Dia menyebut 75 orang pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sepakat menolak pembinaan.

Ia menilai pembinaan terhadap 24 dari 75 orang hanya akal-akalan. 

Sebelumnya, KPK menyatakan 75 orang tak lulus tes wawasan kebangsaan. Tes itu digelar dalam rangka peralihan status pegawai KPK menjadi ASN.

Setelah rapat dengan sejumlah kementerian/lembaga, pimpinan KPK memutuskan memecat 51 orang pegawai. Adapun 24 orang pegawai lainnya akan diberikan pembinaan.

Berita Terkait:  Aceh Barat Launching Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

“Ada 24 pegawai dari 75 tadi yang masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN.

Sedangkan yang 51 orang ini dari asesor warnanya sudah merah, yang tidak dimungkinkan dilakukan pembinaan,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa persnya di Kantor BKN, Jakarta Timur, Selasa (25/5/2021). (Bo)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca