Scroll untuk baca artikel
HeadlineNews

Apa Kabar Macet 3 Hari di Jalur Alternatif Ketanggungan – Klonengan Brebes?

×

Apa Kabar Macet 3 Hari di Jalur Alternatif Ketanggungan – Klonengan Brebes?

Sebarkan artikel ini
Sebuah mobil pemudik melintas bebas hambatan di Jalur Ketanggungan - Klonengan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (24/6/2017). Foto: Sng/SUARAPENA.com
Sebuah mobil pemudik melintas bebas hambatan di Jalur Ketanggungan - Klonengan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (24/6/2017). Foto: Sng/SUARAPENA.com

SUARAPENA.COM – Pemudik yang melintasi jalur Ketanggungan – Klonengan,  Kabupaten Brebes, Jawa Tengah bernafas lega tahun ini. Kemacetan panjang yang terjadi hingga berkilo-kilometer tidak terjadi tahun ini.

“Kalu tahun lalu macet 3 hari, sampai malam takbir baru sepi,” kata pedagang di Jalan Ketanggungan – Klonengan, Dede (32), Sabtu (24/6/2017).

Dia mengungkapkan, sejak H-7 lebaran, Jalur Ketanggungan – Klonengan dalam kondisi lancar. Tidak terjadi kepadatan hingga penumpukkan kendaraan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Paling kalau malam yang agak ramai, itu pun masih lancar,” ucapnya.

Menurutnya, lancarnya arus mudik di jalur alternatif yang menghubungkan Jalur Pantai Utara (Pantura) dengan Jalur Pantai Selatan (Pansel) ini lantaran adanya 2 flyover yang selesai dibangun.

Berita Terkait:  Persiapan Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan 9 Kapal Roro

2 flyover, yakni Flyover Ketanggungan dan Flyover Klonengan dinilai cukup mengurai kemacetan yang biasa terjadi di pintu perlintasan kereta api.

“Apalagi jalan tolnya juga sudah jadi, makanya lancar banget,” imbuhnya.

Di sisi lain, dampak menurunnya omset pendapatan dari hasil berjualan kopi dan makanan ringan menurun di sepanjang Jalur Ketanggungan – Klonengan Brebes.

Berita Terkait:  Hadapi Musim Mudik Lebaran 2017, Jasa Marga Luncurkan Aplikasi JMCARe Hari Ini

Pria yang setiap tahun berdagang di Jalur Ketanggungan – Klonengan ini mengaku kurang beruntung dengan sepinya pemudik yang mampir ke warung lesehan miliknya.

“Biasanya rame, tahun ini sepi. Bahkan banyak teman sesama pedangang banyak yang tutup,” pungkas Dede. (sng)