Scroll untuk baca artikel
Suara Jabar

Aplikasi Sirekap Eror Penghitungan Suara Dan Rekapitulasi TPS Di Kota Bekasi Sampai Subuh

×

Aplikasi Sirekap Eror Penghitungan Suara Dan Rekapitulasi TPS Di Kota Bekasi Sampai Subuh

Sebarkan artikel ini
Terlihat Ketua Panwascam Jatisampurna, Nur Anzil sedang menata C Hasil Suara dari Pengawas TPS

Suarapena.com, BEKASI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana memanfaatkan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sebagai alat untuk menghitung dan merangkum hasil suara dalam Pemilu 2024. Sirekap ini akan menggantikan Sistem Informasi Penghitungan (Situng) yang sebelumnya digunakan pada Pemilu 2019.

Namun mirisnya aplikasi sirekap KPU tersebut eror di kota bekasi yang akhirnya sistem penghitungan di KPPS TPS melakukan input secara manual. Dan bahkan di diduga tidak bisanya input rekapitulasi ke sirekap juga terjadi diseluruh indonesia.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Seperti yang terjadi di kecamatan jatisampurna, pengakuan dari beberapa anggota KPPS setempat, PTPS hingga Saksi partai yang merasakan lambatnya perekapan hasil suara di TPS mengaku dua kali penginputan sirekap gagal. Dan para petugas mulai dari KPPS, Saksi bahwa Panwas TPS bertugas sampai pagi subuh.

Berita Terkait:  KPU Catat Sebanyak 22 Parpol Sudah Miliki Akun Sipol

“Kejadian seperti ini di luar dugaan kita semua, diawal pada jam 4 sore sebenarnya ada pemberitahuan bahwa sirekap eror harus di lakukan manual. Selang setelah isya ada pemberitahuan kembali lagi ke input Sirekap sudah bisa, namun parahnya kembali eror itu aplikasinya,” ujar salah satu petugas KPPS di jatisampurna, Kamis (15/2/2024).

Padahal sejak tahap pertama eror di sistem Sistem Informasi Rekapitulasi (sirekap) milik KPU ini, baik bawaslu Kota Bekasi maupun panwascam sudah menghimbau ke KPU setempat agar penginputan hasilnya secara manual.

“Yang membuat lama itu adalah 3 kali perubahan sistem inputnya mulai dari memakai sirekap, kembali manual, balik ke sirekap dan akhirnya pakai cara manual. Hal itu lah yang membuat penghitungan dan penginputan hasil suara di tiap TPS khususnya di kecamatan jatisampurna banyak yang sampai subuh,” ungkap salah satu petugas Pengawas TPS di jatisampurna.

Berita Terkait:  Usai Dilantik Presiden, KPU dan Bawaslu Diminta Segera Tancap Gas

Kejadian lambatnya sistem penginputan rekapitulasi seperti ini mengingatkan pada pemilu di tahun 2019 lalu yang saat itu menjadi momen catatan buruk paling memilukan dalam pesta demokrasi di negeri ini. Alih-alih sirekap dapat mempersingkat sistem rekapitulasi di TPS justru sistem tersebut malah terjadi eror.

Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan Jatisampurna, Nur Anzil, saat ditemui di kantor sekretariat Panwascam, mengatakan kejadian lambatnya rekapitulasi di seluruh TPS se jatisampurna bahkan se indonesia.

Berita Terkait:  Sesuai Konstitusi, Pemilu Tetap Lima Tahun Sekali

“Lambatnya rekapitulasi di TPS adalah pihak KPU tidak mengindahkan himbauan dari bawaslu sebab sejak sore hari dari awal erornya sirekap, bawaslu sudah melakukan antisipasi agar rekapitulasi dilakukan secara manual di seluruh TPS namun KPU akhirnya melakukan kesalahan sampai dua kali,” pungkasnya.

Dirinya, masih kata Nur Anzil, mengkhawatirkan bahwa akan terjadi pemungutan suara ulang atau penghitungan ulang. “Selain banyaknya protes selain dari Saksi-saksi calon atau partai juga protes dari masyarakat ditambah lagi C Plano besar kan tak bisa di foto copy kalau manual dan itu harus minta ke KPU pusat,” keluhnya.

 

Ikuti Update Berita Kami Di Google News