Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jogja

Bantul Punya Banyak Potensi Ekonomi Baru, Pemda DIY Dorong Kolaborasi Lintas OPD

×

Bantul Punya Banyak Potensi Ekonomi Baru, Pemda DIY Dorong Kolaborasi Lintas OPD

Sebarkan artikel ini
Banyak potensi ekonomi yang ada di Bantul; dari industri kulit hingga energi terbarukan.
Banyak potensi ekonomi yang ada di Bantul; dari industri kulit hingga energi terbarukan.

Suarapena.com, BANTUL – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus memetakan dan mengembangkan berbagai potensi unggulan di Kabupaten Bantul untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar antara lain industri kreatif berbasis kulit, pembibitan ternak, energi terbarukan, hingga budidaya perikanan air payau.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Rabu (20/5/2026).

Kunjungan dilakukan di sejumlah lokasi strategis, mulai dari Ndalem Kulit Jogja Manding, UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) DIY di Jetis, kawasan Pantai Baru, hingga Balai Budidaya Udang dan Garam (BBUG) Samas.

Ni Made mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung potensi daerah yang selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami menemukan banyak potensi yang luar biasa dan bisa menjadi bagian dari peningkatan PAD ke depan. Tinggal bagaimana memperkuat promosi, menyiapkan SDM pengelola, serta membangun regulasi yang mendukung agar pengelolaannya semakin optimal,” kata Ni Made dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Berita Terkait:  Penitipan Kucing Rumahan di Bantul, Berawal dari Kepedulian hingga...

Di Ndalem Kulit Jogja Manding, rombongan meninjau proses produksi kerajinan kulit serta pemanfaatan bantuan mesin dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kawasan tersebut dinilai berpotensi berkembang sebagai sentra industri kreatif sekaligus wisata edukasi berbasis kerajinan kulit.

Menurut Ni Made, penguatan promosi dan inovasi produk menjadi langkah penting agar kawasan Manding semakin dikenal masyarakat luas.

“Pengembangan pola pengelolaan dan skema pembiayaan juga perlu diperkuat agar kawasan ini bisa terus berkembang,” ujarnya.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke UPTD BPPTDK DIY di Jetis, Bantul. Di lokasi tersebut, Sekda meninjau fasilitas laboratorium diagnostik kehewanan serta unit pembibitan kambing dan domba.

Fasilitas laboratorium milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY itu dinilai memiliki sarana yang memadai dan berpotensi mendukung layanan pengujian kualitas pangan, baik produk hewani maupun nonhewani.

Selain itu, kawasan pembibitan ternak juga dinilai dapat dikembangkan sebagai pusat edukasi dan eduwisata peternakan.

“Kita sebenarnya sudah memiliki alat yang mumpuni. Tinggal bagaimana promosi layanan dan penguatan sumber daya manusianya terus ditingkatkan supaya manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat,” kata dia.

Di kawasan Pantai Baru, rombongan turut meninjau keberadaan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) di bawah Satpol PP DIY yang membantu pengamanan wisatawan di kawasan pantai selatan.

Berita Terkait:  Tak ke Solo, Presiden Jokowi Mudik Lebaran ke Yogyakarta

Keberadaan SRI dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan wisata sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.

Selain itu, rombongan juga melihat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) yang memanfaatkan energi surya dan angin.

Infrastruktur energi terbarukan yang dikelola Dinas PUP-ESDM DIY tersebut saat ini dimanfaatkan untuk mendukung penerangan jalan umum dan aktivitas pelaku usaha di kawasan Pantai Baru.

“Ke depan masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan dioptimalkan. Energi terbarukan seperti ini menjadi salah satu potensi penting yang bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Ni Made.

Kunjungan diakhiri di Balai Budidaya Udang dan Garam (BBUG) Samas milik Dinas Kelautan dan Perikanan DIY yang mengembangkan pembibitan ikan nila saline, udang galah, dan udang vaname melalui dukungan Dana Keistimewaan (Danais).

Ni Made menilai Bantul masih memiliki banyak potensi strategis yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas OPD dan inovasi pengelolaan daerah.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua. Ketika kapasitas fiskal berkurang, maka kreativitas dan inovasi harus diperkuat,” kata dia. (sp/fn)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca