Suarapena.com, YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Jogja Prima Fest 2026 sebagai upaya menghidupkan kembali kuliner tradisional sekaligus mendorong peran perempuan dalam sektor ekonomi. Kegiatan ini berlangsung di Teras Malioboro 1, beberapa waktu lalu.
Festival tersebut tidak hanya menghadirkan beragam jajanan lawas, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara perempuan pelaku usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan. Selain itu, acara ini menjadi ajang apresiasi bagi para pelaku Desa Prima di DIY.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DIY, Erlina Hidayati Sumardi, mengatakan Jogja Prima Fest merupakan langkah strategis untuk mengangkat kembali kuliner daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
“Jogja Prima Fest merupakan inisiatif strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan jajanan tempo dulu sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM,” ujar Erlina dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, kegiatan ini dirancang secara terpadu agar memberikan dampak yang lebih luas. Selain festival kuliner, juga digelar sarasehan, workshop, dan kampanye sosial yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku UMKM.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Aria Nugrahadi, yang mewakili Sekretaris Daerah DIY, menekankan pentingnya kuliner lokal sebagai identitas daerah.
“Kuliner lokal menyimpan narasi sejarah, pengetahuan antar generasi, dan identitas yang membedakan Yogyakarta dari daerah lain,” kata Aria.
Ia juga menyoroti perlunya inovasi dalam pengembangan produk tradisional, termasuk dalam hal pengemasan, penguatan merek, dan pemasaran digital agar produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, turut hadir dan meninjau stan-stan kuliner. Berbagai produk khas dari lima kabupaten/kota di DIY ditampilkan, yakni Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Sejumlah kuliner tradisional seperti jamu, klepon, gethuk, pia gulung, crimping pisang, hingga olahan bawang merah meramaikan festival tersebut.
Melalui Jogja Prima Fest 2026, Pemda DIY berharap kuliner tradisional dapat terus dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner. (sp/diy)










