Scroll untuk baca artikel

HeadlineNews

Bau! Distribusi Sampah DKI Jakarta Masih Dikeluhkan Warga Bekasi

×

Bau! Distribusi Sampah DKI Jakarta Masih Dikeluhkan Warga Bekasi

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Bau busuk yang ditimbulkan dari sampah DKI Jakarta yang didistribusikan ke Bekasi masih dikeluhkan warga. Apalagi, pemandangan truk sampah milik DKI Jakarta masih terjadi dan menimbulkan ceceran air lindi berbau tak sedap di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

“Banyak truk sampah DKI Jakarta yang meneteskan air lindi ke jalan,” kata pengguna jalan asal Bekasi Timur, Yudistira (25) kepada suarapena.com, Kamis (18/05/2017).

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Dia mengungkapkan, air lindi berceceran bisa ditemui di pintu keluar Tol Bekasi Barat menuju Bantargebang. Dengan jalur distribusi truk sampah DKI Jakarta ini, ceceran air lindi berbau semakin banyak terjadi lantaran banyaknya lubang dan kerusakan jalan.

Berita Terkait:  Rasakan Dampak Langsung TPST Bantargebang, Komarudin Berapi-api di Depan Utusan DKI

“Ini sangat mengganggu, bahkan sampai mau muntah mencium bau air lindi dari sampah,” keluhnya.

Menurutnya, pemerintah provinsi DKI Jakarta harus melakukan evaluasi soal truk pengangkut sampah dari DKI Jakara ke TPS Bantargebang Kota Bekasi.

“Seharusnya pemerintah DKI memikirkan caranya, agar air lindi tidak sampai jatuh ke jalan, karena ini sangat mengganggu kami yang ada di Bekasi, padahal sampah itu milik DKI,” tukasnya.

Berita Terkait:  Jurnal EMS UNJ Sebutkan Potensi Dampak Kesehatan Warga Sekitar TPST Dipertaruhkan

Menanggapi masalah distribusi sampah DKI Jakarta ke Bekasi, Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata menilai, truk pengangkut sampah DKI Jakarta tidak mempunyai standar. Salah satu akibat buruknya, banyak air lindi dengan bau tidak sedap yang menetes ke jalanan di Kota Bekasi.

“Kami tunggu janji-janji DKI yang katanya akan melakukan perbaikan, kalau tetap seperti ini kami akan mengambil tindakan,” tegasnya. (ono)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca