Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Begini Strategi Pemprov Jabar dan BNPT Tangkal Paham Radikalisme

×

Begini Strategi Pemprov Jabar dan BNPT Tangkal Paham Radikalisme

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Antisipasi masifnya narasi perbedaan terkait keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga bertentangan dengan ideologi Pancasila, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengembangkan kolaborasi pentaheliks dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk menangani potensi radikalisme dan terorisme.

“Kami akan menggabungkan inisiatif dari Provinsi Jabar dengan BNPT, sehingga terdapat permodelan, ibaratnya kami ini sudah dan sedang melaksanakan vaksinasi antivirus radikalisme dan terorisme,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kamis (13/1/2022).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan, kehadiran Boy Rafli Amar selaku Kepala BNPT ke Provinsi Jabar menurutnya memberikan angin segar dalam menangkal isu-isu radikalisme dan terorisme di tanah Pasundan.

“Kami menerima kunjungan silaturahim dan dialog kebangsaan BNPT dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme wilayah Jabar.

Pak Boy memberikan informasi terkini terhadap situasi keindonesiaan yang berhubungan dengan  potensi radikalisme dan terorisme, juga program deradikalisasi dan penanganan terorisme,” jelas Kang Emil.

Berita Terkait:  Tak ke Solo, Presiden Jokowi Mudik Lebaran ke Yogyakarta

Dalam pertemuan itu, Kang Emil pun menyampaikan mengenai populasi penduduk Jabar yang menyentuh hampir 50 juta jiwa.

“Jawa Barat dengan penduduk 50 juta jiwa sering kali menjadi objek dari ideologi-ideologi yang mungkin bertentangan dengan Pancasila. Hal itu menjadi kerawanan sasaran alur informasi penyebaran paham radikalisme dan terorisme,” tuturnya.

Oleh sebab itu, sambung Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar telah menyiapkan berbagai strategi untuk menanggulangi paham tersebut agar tidak terpapar kepada anak-anak muda.

“Kita mempunyai Kemah Kebangsaan, anak-anak muda berkumpul mendiskusikan semangat kepancasilaan. Saya sudah melantik 1.100 Duta Pancasila, juga Duta Bela Negara,” ucapnya.

Pemprov Jabar pun memiliki Program Ajengan Masuk Sekolah untuk memberikan narasi menangkal segala potensi ceramah bermuatan narasi yang hendak menggeser kepancasilaan ke arah radikalisasi.

Bahkan, ada juga Program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) untuk memberikan edukasi kepada perempuan di Jabar.

“Program Sekoper Cinta, salah satu kurikulumnya adalah deteksi radikalisme. Program-program ini insyaallah akan membawa Jawa Barat 2022 gas pol melawan radikalisme,” ungkap Kang Emil.

Berita Terkait:  Tiga Duta Besar LBBP RI untuk Negara Sahabat Dilantik

Sementara, Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyatakan, kedatangannya ke Jabar ialah untuk bersilaturahim kebangsaan dengan kepala daerah terkait penanganan isu radikalisme dan terorisme.

Menurutnya, ideologi terorisme merupakan suatu paham yang menganut kekerasan sebagai tindakan benar. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tetap teguh pada nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila.

“Ideologi terorisme itu adalah ideologi yang berbasis kekerasan, yang akhirnya memapar masyarakat kita. Oleh karena itu diharapkan masyarakat tetap teguh menjaga nilai luhur bangsa kita,” ucapnya.

Boy juga menegaskan, bahwa ideologi negara Pancasila perlu terus dijaga dengan kolaborasi antar pemerintah pusat dengan daerah.

Karena dengan begitu, menurutnya potensi yang bertentangan dengan ideologi negara dapat terkikis.

“Kita telah memiliki ideologi negara Pancasila yang tentunya perlu kolaborasi dan ikhtiar bersama agar segala potensi berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara bisa dieliminasi,” tegasnya. (Bo/Hms)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca