Suarapena.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan para orang tua agar membatasi penggunaan gawai pada anak. Menurut dia, kebiasaan bermain gawai dalam waktu lama dapat berdampak buruk terhadap kesehatan karena membuat anak menjadi kurang bergerak.
Dedi mengatakan, minimnya aktivitas fisik menyebabkan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak diolah menjadi energi secara optimal. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan pada anak.
“Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi,” ujar Dedi, Jumat (17/7/2026).
Menurut Dedi, anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai cenderung memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Dampaknya, daya tahan tubuh menurun dan kondisi emosional anak menjadi lebih sulit dikendalikan.
Ia juga menyoroti munculnya sejumlah penyakit yang selama ini identik dengan orang dewasa, tetapi kini mulai ditemukan pada anak-anak, seperti gagal ginjal dan diabetes.
Karena itu, Dedi meminta para orang tua untuk lebih memperhatikan pola hidup anak, salah satunya dengan mengajak mereka melakukan aktivitas yang melibatkan banyak gerak. Selain itu, ia mengimbau agar konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun makanan yang kurang sehat dibatasi.
Dedi juga mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah merumuskan kebijakan untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi ibu hamil.
Menurut dia, ibu hamil yang mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan gizi nantinya akan mendapat kemudahan memperoleh makanan bergizi sebagai bagian dari tanggung jawab negara.
“Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara,” kata Dedi.
Ia menambahkan, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh makanan bergizi, minuman yang berkualitas, serta lingkungan dengan udara yang bersih.
“Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu,” ujar Dedi. (sp/pr)







