Suarapena.com, JAKARTA – Aplikasi chatbot kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, menduduki posisi puncak di Google Play Store, hanya beberapa hari setelah meraih prestasi serupa di Apple App Store.
Pencapaian ini terjadi setelah aplikasi yang diluncurkan pada pertengahan Januari 2025 ini mencatatkan lebih dari 1,2 juta unduhan di Play Store dan 1,9 juta di App Store, dengan angka pemasangan kemungkinan lebih tinggi karena labelnya menunjukkan lebih dari 5 juta unduhan di Play Store.
Keberhasilan DeepSeek ini menandakan masuknya model AI dari China yang kini bersaing ketat dengan raksasa AI Barat seperti OpenAI, Meta, Google, dan Anthropic.
Meski begitu, DeepSeek mengklaim dapat menawarkan biaya pengembangan yang lebih rendah daripada para pesaingnya, meskipun menggunakan chip AI yang dianggap lebih sederhana.
Sebagai chatbot alternatif ChatGPT, DeepSeek didukung oleh model V3 buatan China yang memungkinkan pengguna untuk menganalisis file, menjawab pertanyaan, dan mencari informasi dari web.
Aplikasi gratis ini juga menawarkan fitur unggulan seperti kemampuan mengunggah file dan menyinkronkan riwayat obrolan di berbagai perangkat.
Meskipun DeepSeek kini memimpin di kedua platform aplikasi utama, tantangan terbesar bagi aplikasi ini adalah mencapai 300 juta pengguna mingguan untuk bisa menandingi dominasi ChatGPT dari OpenAI dalam jangka panjang.
Dalam beberapa hari terakhir, aplikasi ini telah menarik perhatian industri, dengan perusahaan-perusahaan seperti Perplexity dan Gloo—yang dipimpin oleh mantan CEO Intel Pat Gelsinger—sudah mulai mengintegrasikan teknologi DeepSeek. (sp/at)










