Suarapena.com, YOGYAKARTA – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan kembali menjadi salah satu tujuan utama mobilitas masyarakat pada masa arus mudik dan libur lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah orang yang diprediksi masuk ke wilayah DIY selama masa Lebaran tahun ini mencapai sekitar 8,2 juta orang.
Lonjakan mobilitas tersebut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait kesiapan pengamanan arus mudik yang digelar di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (10/3/2026).
Rapat dipimpin oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan didampingi Kapolda DIY Anggoro Sukartono. Pertemuan tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait.
Anggoro mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat setiap musim mudik berpotensi menimbulkan sejumlah kerawanan, mulai dari kepadatan lalu lintas hingga potensi gangguan keamanan dan bencana akibat faktor cuaca.
“Mobilitas masyarakat yang sangat tinggi tentu akan memunculkan titik-titik kerawanan. Karena itu rapat koordinasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh stakeholder siap menghadapi kondisi tersebut,” ujar Anggoro.
Sejumlah simpul transportasi diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas selama periode mudik. Di antaranya Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan yang menjadi pintu masuk utama penumpang kereta api.
Selain itu, lonjakan penumpang juga diprediksi terjadi di Bandara Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta yang selama ini menjadi akses utama jalur udara menuju Yogyakarta.
Kunjungan wisatawan juga diperkirakan meningkat di sejumlah destinasi wisata. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan menuju kawasan wisata maupun pusat keramaian kota.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian bersama instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat Progo 2026 yang dilaksanakan secara serentak mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
“Akan ada 25 pos pengamanan Polri yang tersebar di seluruh wilayah DIY, baik kota maupun kabupaten, dan pada titik-titik tertentu jumlah personelnya akan diperbanyak,” kata Anggoro.
Selain pengamanan lalu lintas dan keamanan wilayah, sejumlah instansi juga menyiapkan dukungan layanan bagi masyarakat. Dinas Kesehatan bersama Kementerian Agama menyediakan fasilitas tempat istirahat atau rest area di sejumlah tempat ibadah yang telah ditunjuk.
Dinas Kesehatan juga menyiapkan posko layanan kesehatan yang beroperasi selama 24 jam.
“Walaupun terdapat libur panjang, dipastikan rumah sakit dan puskesmas tetap beroperasi 24 jam,” ujar Anggoro.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berharap pengamanan arus mudik dan libur lebaran Idulfitri di DIY dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat. (sp/pr)










