Ia berharap kedepanya FAD bisa terus meningkatkan kerja sama dengan pemerintah dalam berperan memberikan masukan dalam proses perencanaan, pemantauan serta evaluasi kebijakan program dan kegiatan pembangunan daerah.
Sementara, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA) DP3AP2KB Tanjab Barat, Agus Sumantri SHi MH mengingatkan pentingnya konsistensi semua pihak untuk terus melibatkan anak dalam proses perencanaan pembangunan. Keberadaan anak dinilai menjadi aset paling berharga dalam mengembangkan semua lini pembangunan mulai dari pemerintahan terkecil di desa – desa.
“Ini tantangan bagi semua pihak. Tujuanya agar suara anak bisa didengar dan diperhitungkan kedepanya. Di beberapa dekade kedepan, mereka yang akan menjadi penentu kemajuan di wilayahnya masing – masing baik di desa, kecamatan, Kabupaten hingga kemajuan bangsa dan negara ini,” tegas Sumantri. (bin)










