Suarapena.com, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, angkat bicara mengenai rencana besar TNI Angkatan Darat (AD) yang akan merekrut 24 ribu tamtama untuk membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan.
Dalam keterangan resmi dari TNI AD, pasukan ini bukan ditujukan untuk operasi tempur, melainkan untuk memperkuat stabilitas wilayah dan pembangunan di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Batalyon tersebut akan terbagi dalam empat kompi khusus: kompi pertanian, kompi peternakan, kompi medis, dan kompi zeni.
TB Hasanuddin menegaskan pentingnya memahami peran TNI dalam sistem pertahanan rakyat semesta yang menganut doktrin perang berlarut. Menurutnya, dalam kondisi perang, prajurit TNI bisa berperan langsung membangun logistik, seperti menjadi petani di lapangan untuk memastikan suplai bahan makanan terus tersedia selama perlawanan.
Namun di sisi lain, dalam situasi damai, TB Hasanuddin mengingatkan bahwa tugas ketahanan pangan sebaiknya diserahkan kepada kementerian yang profesional, seperti Kementerian Pertanian, agar prajurit TNI dapat fokus pada tugas utama mereka yakni kesiapan tempur dan latihan militer yang intensif.
“Kesiapan tempur harus tetap menjadi prioritas utama prajurit TNI sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas TB Hasanuddin dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Wahyu Yudhayana, menjelaskan bahwa pembentukan batalyon ini adalah bagian dari penyusunan struktur organisasi terbaru TNI AD untuk mendukung pembangunan nasional secara lebih menyeluruh sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tingkat daerah.
Ia mengatakan batalyon ini justru akan berfokus pada aktivitas sosial dan pembangunan, seperti ketahanan pangan dan pelayanan kesehatan. (r5/aha)










