Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

DPR Nilai Perlu Adanya Langkah Strategis Atasi PMK

×

DPR Nilai Perlu Adanya Langkah Strategis Atasi PMK

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Anggia Erma Rini
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Anggia Erma Rini

SUARAPENA.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini menilai penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit sejumlah hewan ternak di Indonesia tak bisa dianggap remeh.

Menurutnya, perlu ada langkah strategis untuk bisa melokalisir wabah tersebut. Hal itu lantaran penyebarannya yang sangat mudah dan cepat.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Bertahun-tahun sebenarnya Indonesia sudah bebas dari (PMK) itu dan tidak mudah untuk mencapai itu (bebas PMK).

Kita punya pengalaman buruk terkena wabah PMK dan triliun bahkan kerugiannya.

Berita Terkait:  Kenang Jasa Pahlawan, Bupati Kebumen Ubah Nama Jalan

Nah, kalau dibiarkan atau kalau tidak ditangani secara serius tentu akan menjadi masalah yang sangat besar,” ujar Anggia dalam keterangan tertulis, Rabu (18/5/2022).

Politisi PKB ini juga mengatakan perlu diawasi secara ketat. Baik itu lalu lintas ternak sampai peralatannya.

Termasuk dengan memperhatikan bagaimana memperlakukan ternak yang terpapar dan segala macam yang berhubungan dengan ternak yang terpapar.

“Baik itu pakan, segala bentuk yang berkaitan dengan atau berhubungan dengan ternak yang terpapar oleh wabah ini harus dihentikan, harus diisolasi, harus dimusnahkan,” tegasnya.

Berita Terkait:  Berselisih Warisan Rumah, Daeng Nasa Tusuk Sewang Hingga Tewas

Ia pun meminta Kementerian Pertanian membuat satgas terkait pengawasan di setiap daerah.

“Yang lebih penting lagi adalah bagaimana pelaksanaan di daerah. Jangan sampai misalnya yang dibakar hanya atau yang dimusnahkan hanya yang kelihatan sudah sangat parah, tapi verifikasinya harus lebih detail lagi, lebih ketat lagi, termasuk juga lalu lintas (ternak),” pungkasnya. (Bo/cr02)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca