Scroll untuk baca artikel
NewsPar-Pol

DPRD Bekasi Minta PT Sinergi Patriot Buktikan Ekspansi Rp 106,65 Miliar Bisa Hasilkan PAD

×

DPRD Bekasi Minta PT Sinergi Patriot Buktikan Ekspansi Rp 106,65 Miliar Bisa Hasilkan PAD

Sebarkan artikel ini
Ketua Pansus 11 DPRD Kota Bekasi Nawal Husni (kanan) bersama Direktur Utama PT Sinergi Patriot Aldo Sirait (kiri) bicara soal pengembangan bisnis hingga kontribusi bagi PAD.
Ketua Pansus 11 DPRD Kota Bekasi Nawal Husni (kanan) bersama Direktur Utama PT Sinergi Patriot Aldo Sirait (kiri) bicara soal pengembangan bisnis hingga kontribusi bagi PAD.

Suarapena.com, BEKASI – Rencana ekspansi bisnis PT Sinergi Patriot dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 106,65 miliar menjadi sorotan Pansus 11 DPRD Kota Bekasi. Manajemen perusahaan daerah itu diminta memastikan investasi yang direncanakan mampu menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sorotan tersebut disampaikan Ketua Pansus 11 DPRD Kota Bekasi, Nawal Husni, saat memanggil jajaran manajemen PT Sinergi Patriot untuk membahas rencana bisnis perusahaan periode 2025–2030, Kamis (29/10/2026).

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Nawal menegaskan, kebutuhan anggaran dalam jumlah besar harus disertai perencanaan bisnis yang matang, proyeksi keuntungan yang realistis, serta manajemen risiko yang terukur. Ia mengingatkan agar penyertaan modal dari pemerintah daerah tidak berakhir tanpa hasil yang sebanding dengan dana yang telah diinvestasikan.

“Jangan sampai uang besar sudah disetorkan untuk modal, tetapi tidak menguntungkan. Itu yang harus kita harmonisasikan di Pansus 11 ini. Jangan sampai mereka hanya disetor modal, tetapi tidak ada manajemen risikonya,” tegas Nawal.

Berita Terkait:  Achmad Rivai Ajak Stakeholder di Kota Bekasi Bangun Budaya Membaca

Menurutnya, DPRD membutuhkan penjelasan terperinci mengenai dasar perhitungan kebutuhan modal, tahapan pengembangan usaha, proyeksi pendapatan, hingga target keuntungan yang hendak dicapai perusahaan.

Pembahasan tersebut juga perlu disinkronkan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar rencana pembiayaan dan potensi hasil investasi dapat dikaji secara menyeluruh.

Direktur Utama PT Sinergi Patriot, Aldo Sirait, menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran Rp 106,65 miliar merupakan bagian dari rencana pengembangan bisnis perusahaan selama lima tahun. Ekspansi tersebut ditujukan untuk membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor energi.

Sejumlah lini usaha yang direncanakan meliputi niaga Compressed Natural Gas (CNG), niaga solar industri, hingga pembangunan fasilitas produksi gas.

Aldo menilai, potensi pasar industri di Kota Bekasi dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Menurutnya, BUMD perlu berani melakukan ekspansi dengan tetap berorientasi pada keuntungan.

Berita Terkait:  Reses di Jatikarya, H. Edi Tampung Aspirasi Warga soal Fasilitas Olahraga dan SPMB

“Tidak ada bisnis yang tidak menguntungkan. Warung rokok saja puluhan tahun untung, masa sebuah BUMD yang modalnya miliaran harus rugi?” ujar Aldo.

Ia menegaskan, pengembangan usaha menjadi langkah penting agar PT Sinergi Patriot mampu menjalankan bisnis secara mandiri dan menghasilkan pendapatan dari kegiatan usahanya sendiri, bukan sekadar mengandalkan penyertaan modal pemerintah daerah.

Aldo juga menegaskan, kebutuhan anggaran yang diajukan tidak semata-mata digunakan untuk membiayai operasional rutin maupun kebutuhan pegawai. Dana tersebut, kata dia, diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha dan kegiatan produksi sesuai rencana bisnis perusahaan.

“Anggaran ini untuk mendukung pengembangan usaha dan produksi. Jadi, bukan hanya untuk membiayai operasional rutin atau kebutuhan pegawai,” ungkapnya. (sp/wb)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca