Suarapena.com, BEKASI – Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Ahmad Faisyal Hermawan, mengingatkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk segera memaksimalkan penyaluran dividen kepada Pemprov Jabar. Faisyal menilai, kontribusi dividen merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang krusial dan tak boleh diabaikan.
“BUMD harus bisa berperan tidak hanya sebagai perusahaan daerah yang sehat, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui dividen. Ini sangat penting, apalagi menjelang akhir tahun, agar pendapatan daerah bisa lebih maksimal,” tegas Faisyal, Kamis (20/11/2025).
Politisi Fraksi PDIP itu menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam tata kelola BUMD. Ia menilai, manajemen yang profesional menjadi kunci agar perusahaan daerah mampu menghasilkan laba signifikan dan menyalurkan deviden tepat waktu.
“Manajemen BUMD harus memastikan semua unit usaha berjalan efektif. Tidak ada salahnya melakukan evaluasi tahunan agar dividen bisa dikucurkan tepat waktu,” ujarnya.
Lebih jauh, Anggota Komisi III DPRD Jabar tersebut juga mendorong BUMD untuk melakukan inovasi demi meningkatkan daya saing. Menurutnya, stagnasi kinerja hanya akan menurunkan laba dan berimbas pada kecilnya kontribusi dividen kepada daerah.
“Kalau BUMD terus stagnan, laba bisa turun dan otomatis berdampak pada kontribusi dividen. Inovasi dan adaptasi terhadap pasar sangat penting,” tambahnya.
Faisyal menyebut sejumlah BUMD di Jawa Barat sebenarnya memiliki potensi laba besar, namun penyaluran dividen kerap terhambat oleh kebijakan internal maupun dinamika pasar. Ia berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan BUMD semakin diperkuat agar kontribusi deviden dapat menopang pembangunan di sektor-sektor strategis.
“Dividen BUMD bukan hanya soal angka di laporan keuangan, tapi juga soal bagaimana manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Setiap rupiah yang disalurkan harus memberi dampak nyata,” pungkasnya. (sp/pr)







