Scroll untuk baca artikel
Par-Pol

drh. Slamet: Pemerintah Jangan Pinggirkan Nelayan

×

drh. Slamet: Pemerintah Jangan Pinggirkan Nelayan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Slamet
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Slamet

SUARAPENA.COM – Anggota DPR RI drh. Slamet mengaku sangat prihatin terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat akhir-akhir ini.

Kenaikan dan kelangkaan beberapa kebutuhan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung ini akan mempengaruhi kondisi masyarakat secara umum, tidak terkecuali nelayan.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Sejak beberapa tahun lalu kami sudah meminta adanya kebijakan anggaran yang afirmatif, khususnya bantuan langsung bagi entitas petani dan nelayan.

Tujuannya agar dalam kondisi seperti sekarang ini nelayan tidak mengalami penurunan daya beli,” ujar Slamet di Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Politisi PKS yang juga Ketua Umum Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) ini meminta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada nelayan.

Berita Terkait:  Pemerintah Komit Bangun Indonesia dari Pinggiran

Ia juga mendorong agar kebijakan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan porsi bantuan langsung ke nelayan.

Karena dengan begitu menurut dia, kebijakan tersebut dapat menjaga daya beli nelayan pada masa dimana barang-barang kebutuhan pokok mengalami peningkatan yang signifikan seperti sekarang ini.

“Menjaga daya beli masyarakat nelayan menjadi sesuatu yang harus betul-betul diperhatikan oleh pemerintah, sebab 70 persen kebutuhan produk perikanan indonesia disuplai oleh nelayan kecil,” kata Slamet.

Tak hanya itu, Slamet pun menyoroti terkait kelangkaan BBM bagi nelayan yang hampir langka di seluruh wilayah Indonesia.

Jika kondisi seperti ini terjadi secara terus menerus, maka menurut Slamet akan sangat mengganggu aktivitas penangkapan ikan.

Berita Terkait:  Youth as Pioneers of National Healthy

Bukan lagi mengganggu aktivitas penangkapan ikan dalam kapal-kapal kecil, namun kapal besar pun akan sangat terasa juga.

“Kapal-kapal ikan besar juga akan mengurangi jumlah trip penangkapan akibat keterbatasan BBM, dan pasti akan ada juga pengurangan ABK dan tenaga kerja di kapal,” jelas Slamet.

Lebih lanjut, Slamet pun mengharapkan agar Pemerintah tak melupakan dan meminggirkan nelayan. Pasalnya, kontribusi nelayan terhadap perekonomian Indonesia sangat besar.

“Sebagai bagian dari sebelas sektor ekonomi kelautan, Pemerintah jangan melupakan dan meminggirkan nelayan. Sekali lagi, jangan pinggirkan nelayan!,” tegas dia. (Bo/Ds)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca