Suarapena.com, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad, menyatakan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal itu disampaikan setelah menerima berbagai aspirasi warga dalam kegiatan Reses II Tahun Anggaran 2026–2027.
Dalam kegiatan yang dihadiri warga, perangkat RT/RW, dan tokoh masyarakat tersebut, persoalan keterbatasan sekolah negeri serta belum memadainya fasilitas pelayanan kesehatan kembali menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan.
Warga menilai pertumbuhan jumlah penduduk di Jakasampurna belum diikuti dengan penambahan sarana pendidikan dan kesehatan. Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua harus mendaftarkan anak ke sekolah di wilayah lain karena terbatasnya daya tampung sekolah negeri. Di sisi lain, pelayanan kesehatan tingkat pertama juga dinilai belum mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, Gilang mengatakan pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.
“Persoalan sekolah dan puskesmas bukan sekadar persoalan pembangunan fisik, tetapi menyangkut masa depan masyarakat. Ketika akses terhadap pendidikan semakin sulit dan pelayanan kesehatan belum merata, maka kualitas sumber daya manusia yang kita cita-citakan juga akan sulit diwujudkan. Aspirasi ini akan terus kami kawal melalui pembahasan anggaran maupun koordinasi dengan pemerintah daerah agar menjadi perhatian bersama,” kata Gilang dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Menurut dia, pembangunan daerah tidak semestinya hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan.
Ia menilai investasi jangka panjang yang paling penting adalah membangun karakter dan kapasitas generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses.
Komitmen tersebut, kata Gilang, juga diwujudkan melalui keterlibatannya sebagai Pembina Sekolah Karakter Bhakti Oetama. Program pendidikan berbasis kerelawanan itu dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juli, bertepatan dengan rangkaian Bulan Bung Karno.
Sekolah karakter tersebut berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesadaran lingkungan bagi anak-anak. Saat ini, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan fasilitas umum di RT 07 RW 14, Kelurahan Bintara, dengan dukungan sejumlah relawan.
“Bhakti Oetama lahir bukan untuk menggantikan peran sekolah formal maupun pemerintah. Kami ingin menunjukkan bahwa ketika masyarakat bergerak bersama, selalu ada ruang untuk menanamkan nilai-nilai karakter, gotong royong, dan kepemimpinan kepada generasi muda. Namun gerakan seperti ini tentu membutuhkan dukungan lebih banyak relawan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas,” ujar Gilang.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dapat menghasilkan kebijakan yang mampu memperluas pemerataan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kota Bekasi. (sp/pr)










