Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Hadapi Darurat Sampah, Kolaborasi Dibangun antara Pemerintah, Pengusaha, dan Akademisi

×

Hadapi Darurat Sampah, Kolaborasi Dibangun antara Pemerintah, Pengusaha, dan Akademisi

Sebarkan artikel ini
Hadapi Darurat Sampah, Kolaborasi Dibangun antara Pemerintah, Pengusaha, dan Akademisi
Ema Sumarna, Ketua Harian Satgas Darurat Sampah

Suarapena.com, BANDUNG – Dalam menghadapi krisis sampah yang sedang berlangsung, Pemerintah Kota Bandung berupaya keras untuk mempercepat penanganan sampah dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Ema Sumarna, Ketua Harian Satgas Darurat Sampah, mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan pendekatan ke semua sektor masyarakat, termasuk pedagang, pengusaha, dan akademisi.

Menurut Ema, penanganan sampah ini bukan hanya tanggung jawab Pemkot Bandung saja. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, ia berharap semua sektor memiliki peran dalam pengolahan sampah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Pendekatan telah kami lakukan dengan berbagai mal di Kota Bandung, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, rumah ibadah, hotel, dan restoran. Kami berharap mereka juga dapat menangani sampah di tempat mereka masing-masing, sehingga dapat meminimalisir produksi sampah ke Sarimukti,” jelasnya.

Pemkot Bandung juga telah menjajaki bantuan di wilayah Cijeruk, Sumedang yang direncanakan akan dijadikan TPA sementara.

“Bupati Sumedang telah berbicara di koran hari ini bahwa belum ada yang mengelola lahan tersebut. Rencananya akan dibentuk TPA tapi belum dianggarkan dan juga mengharapkan bantuan keuangan. Proses ini tetap berjalan meskipun bukan solusi utama karena kuota Sarimukti kita terbatas,” paparnya.

Berita Terkait:  Muhammad Farhan Ajak Masyarakat Kota Bandung Sucikan Hati dan Perbanyak Ibadah di Bulan Ramadan

Selain itu, Ema juga menugaskan para aparat kewilayahan untuk blusukan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengolahan sampah.

“Kami telah keliling di 7 kecamatan dan ada dua kecamatan yang sudah baik. Misalnya Cicendo yang sudah memiliki loseda untuk sampah organik. Kami juga membuat kotak seperti sangkar burung untuk sampah botol minuman yang telah terkumpul dan sudah disedekahkan,” ujar Ema dalam rapat penanganan darurat sampah pada Senin, 16 Oktober 2023 di Auditorium Balai Kota Bandung.

Sementara itu, Asisten Pemerintah dan Kesra, Asep Saeful Gufron menyebutkan bahwa Pemkot Bandung juga telah melakukan audiensi dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung untuk penanganan sampah di lingkup tempat ibadah.

“Masjid Ukhuwah dan Pesantren Sirnamiskin sudah melaksanakan pengolahan sampah mandiri. Hari ini bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan melakukan sosialisasi untuk tokoh agama. Kami berharap semua tokoh agama dapat mensosialisasikan ini lagi,” harap Asep.

Berita Terkait:  Pemkot Bandung Siap Bantu Perbaiki Rumah Warga Terdampak Banjir

Ia menambahkan bahwa Pemkot Bandung akan terus berupaya khususnya di lingkup tempat ibadah dengan mengundang pimpinan pondok pesantren dalam sosialisasi darurat sampah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengaku terus memantau pengelolaan sampah di beberapa mal. Ada 5 pusat perbelanjaan yang sudah mengikuti jejak PVJ dalam mengelola sampah.

“Yaitu TSM, Ubertos, The botanical, Balubur Town Square. Beberapa Mall sudah melakukan pemilahan sampah ada yang mandiri ada yang pihak vendor, misal MIM,” jelas Elly.

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Eddy Marwoto, sudah ada 3.000 pelajar yang siap menjadi relawan penanggulangan sampah di Kota Bandung.

“Bidang relawan sudah ada pelatihan pemuda untuk pengolahan limbah plastik menjadi cuan. Di Tegallega, dibentuk pemuda peduli lingkungan dan ada 3.000 pelajar siap menjadi relawan penanggulangan sampah di Kota Bandung. Mereka siap membantu di kecamatan dan instansi lain,” ungkap Eddy. (din)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca