Suarapena.com, BANDUNG – Wali Kota Muhammad Farhan menyoroti kenaikan tajam harga plastik kemasan yang terjadi di Kota Bandung dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga tersebut dinilai memberatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner.
Farhan mengatakan, harga plastik kemasan mengalami kenaikan hingga empat kali lipat. Dari yang sebelumnya berkisar Rp15.000 per paket, kini mencapai sekitar Rp 40.000.
“Saya mendapat laporan harga plastik bungkus naik signifikan. Dari yang biasanya sekitar Rp 15 ribu per paket kini menjadi Rp 40 ribuan,” ujar Farhan, Kamis (9/4/2026).
Menurut dia, kenaikan harga tersebut mulai dirasakan pelaku usaha sejak akhir pekan lalu. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional, khususnya bagi pelaku usaha yang mengandalkan layanan pesan bawa pulang (takeaway).
Farhan mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab lonjakan harga plastik tersebut. Namun, Pemerintah Kota Bandung akan segera melakukan penelusuran ke distributor untuk memastikan faktor pemicunya.
“Saya akan cari tahu secepatnya apa yang sebenarnya terjadi dengan harga plastik di Kota Bandung,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Farhan menilai kenaikan harga plastik juga dapat menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk mulai membawa kantong belanja dan wadah makanan sendiri saat beraktivitas di luar rumah.
“Kalau keluar rumah jangan lupa bawa kantong belanja sebagai pengganti kresek dan bawa juga kontainer makanan dari rumah,” ujarnya.
Menurut Farhan, kebiasaan tersebut tidak hanya membantu mengurangi beban biaya akibat mahalnya plastik, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan dengan menekan jumlah sampah plastik.
“Selain harganya mahal, ini juga kesempatan kita untuk mengurangi sampah plastik,” tutur Farhan. (sp/ky)










