Scroll untuk baca artikel
Suara Jabar

Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dengan Maggot, Kelurahan Rancabolang Jadi Kawasan Bebas Sampah, Patut Dicontoh Nih!

×

Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dengan Maggot, Kelurahan Rancabolang Jadi Kawasan Bebas Sampah, Patut Dicontoh Nih!

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BANDUNG – Kelurahan Rancabolang di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, telah menjadi contoh nyata inovasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan maggot, kelurahan ini berhasil mengolah hingga 2 ton sampah organik setiap hari.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Lurah Rancabolang, Ahmad Nurhasan, dalam Podcast Bersama Humas Bandung, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di wilayahnya hampir mencapai tingkat paripurna.

“Kami telah memulai penggunaan maggot empat tahun yang lalu, dan sejak itu, kami telah melihat peningkatan signifikan dalam pengelolaan sampah,” kata Ahmad beberapa waktu lalu, Senin (25/3/2024).

Berita Terkait:  Panitia Lelang Diminta Evaluasi Tender Pengelolaan Sampah Bantargebang

Pada awalnya, kelurahan hanya mampu mengatasi 200-300 kg sampah dapur per hari. Namun, sejak mendapatkan dukungan CSR dari PT Pertamina pada Juni 2020, kapasitas pengolahan sampah meningkat menjadi 500-600 kg per hari.

“Dukungan sebesar Rp50 juta dari PT Pertamina telah memungkinkan kami untuk mengembangkan lebih lanjut metode maggotisasi ini,” tambah Ahmad.

Dalam menghadapi darurat sampah di Kota Bandung, kelurahan mengambil langkah proaktif dengan mensosialisasikan pemilahan sampah dari sumbernya.

Berita Terkait:  Bekasi Harus Bebas Sampah, Pemerhati Lingkungan Kritik Penolakan PSEL

“Kami melakukan sosialisasi secara masif, melibatkan kelompok-kelompok masyarakat, RT, RW, dan masjid,” jelas Ahmad.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 9 Januari 2024, semua RW di Kelurahan Rancabolang telah diakui sebagai Kawasan Bebas Sampah (KBS).

“Kami adalah kelurahan pertama di Kota Bandung yang berhasil mencapai status ini, dan sebentar lagi, kami akan diresmikan sebagai kawasan KBS pertama,” ucap Ahmad dengan bangga.

Menurut Ahmad, pengelolaan maggot adalah metode yang paling mudah dan ramah lingkungan.

Berita Terkait:  Kang Pisman Bakal Jadikan Kota Bandung Nol Sampah, Ada di 1.568 RW

“Dari maggot, kami bisa memanen 75-80 kg setiap hari. Tidak ada yang terbuang sia-sia,” ungkapnya.

Selain itu, kelurahan juga mengambil limbah sayur dan buah dari Pasar Induk Gedebage untuk menambah volume sampah yang diolah.

“Kami juga menggunakan maggot sebagai pakan ternak ayam, lele, dan bebek. Dengan metode ini, lele bisa dipanen dalam waktu dua bulan,” tutur Ahmad.

Inovasi dan dedikasi Kelurahan Rancabolang dalam pengelolaan sampah telah menunjukkan bahwa solusi berkelanjutan dapat dicapai melalui kerja keras dan kreativitas. (sp/yan)