Scroll untuk baca artikel

News

Jalan Penghubung 3 Desa Rusak, CSR Perusahaan Dipertanyakan

×

Jalan Penghubung 3 Desa Rusak, CSR Perusahaan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.com – Jalan penghubung 3 desa yakni Desa Tanjung Bojo, Lubuk Bernai dan Desa Lubuk Lawas di Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat rusak parah akibat sering dilalui kendaraan bertonase besar. Hal ini menjadi keluhan tersendiri bagi warga yang sulit melintas.

“Mobil sawit milik perusahaan selalu rutin melintasi jalan ini setiap harinya. Tetapi mereka tidak mau tahu. Padahal, kami cuma minta bantuan perbaikan dengan dana CSR (Corporate Social Responsibility) tetapi masih belum ada tanggapan,” ujar Kades Lubuk Bernai, Zulpahmi kepada media, Senin (13/3/2017).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dia mengungkapkan, jalan sepanjang 20 km tersebut sulit untuk dilalui lantaran  banyak terdapat lubang dan genangan air yang hampir merata di seluruh badan jalan.

Berita Terkait:  HUT ke-29 Kota Bekasi, Infrastruktur dan Banjir Masih Jadi Tantangan

Kata dia, permintaan warga yang mengajukan perbaikan jalan menggunakan bantuan penyaluran dana CSR juga ditolak mentah-mentah oleh pihak perusahaan dengan alasan tidak jelas.

Sementara anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Adam berjanji bakal meminta pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan pemilik truk besar yang biasa melintas.

Berita Terkait:  Pelebaran Jalan Patunas Terancam Gagal, Apa Alasannya?

Pihaknya bakal menekan Bappeda sebagai sekertariat forum CSR untuk bisa mengakomodir kebutuhan warga tiga desa tersebut.

“Untuk mengintruksikan perusahaan agar aktif menyalurkan CSR sesuai dengan kebutuhan warga, terutama yang berdomisili di sekitar wilayah perusahaan terutama untuk perbaikan jalan. Ini menyangkut kepentingan orang banyak, jadi perusahaan juga harus transparan,” ujarnya. (ded)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca