Suarapena.com, BEKASI – Gagasan menjadikan Kalimalang sebagai destinasi wisata air kembali mencuat. Kali ini, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Ahmadi, menyerukan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan agar wacana ini bisa menjadi kenyataan.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI), Rabu (18/6/2025). Dalam forum tersebut, Ahmadi alias Madonk menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menghidupkan Kalimalang sebagai ikon wisata air yang membanggakan Kota Bekasi.
“Dalam hal ini Pemerintah Kota Bekasi harus berkolaborasi dengan beberapa stakeholder untuk menjadikan Kalimalang sebagai destinasi wisata air,” ujar Madonk.
Ia juga menyadari bahwa setiap perubahan besar tak luput dari perdebatan. Namun menurutnya, gagasan ini layak diperjuangkan selama membawa manfaat bagi masyarakat.
“Pro dan kontra pasti akan ada ketika suatu kota ingin berkembang menjadi lebih baik. Tapi saya pikir pemanfaatan Kalimalang sebagai destinasi wisata merupakan konsep yang menarik, asalkan memberi manfaat nyata bagi warga Bekasi,” jelasnya.
Lebih jauh, Madonk menyinggung pentingnya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya terkait anggaran. Ia menyebut APBD Kota Bekasi saat ini belum memadai untuk menanggung seluruh pembiayaan proyek tersebut.
“Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi saya kira tidak akan mencukupi untuk menjadikan Kalimalang sebagai destinasi wisata air. Maka dari itu, Pemerintah Kota Bekasi juga harus menjalin komunikasi dengan Pemprov Jawa Barat,” pintanya.
Terakhir, Madonk menyebut dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, provinsi, serta partisipasi aktif masyarakat, bukan tidak mungkin Kalimalang akan menjelma menjadi destinasi wisata air unggulan di wilayah Jabodetabek. Kini, tinggal bagaimana keseriusan para pemangku kebijakan mewujudkannya. (Ads)










