Suarapena.com, BEKASI – Wacana menjadikan Kalimalang sebagai destinasi wisata air kembali mencuat dan mengundang sorotan dari Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi. Ia menyambut positif ide tersebut, namun menegaskan bahwa gagasan itu tidak boleh hanya berhenti sebagai angan-angan semata.
“Sebagai sebuah wacana dan ide tentu ini bagus, tapi harus dipastikan masuk ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” tegas Sardi, Kamis (19/6/2025).
Menurutnya, RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan strategis pembangunan daerah yang harus sinkron dengan RPJMN dan RPJPD. Jika serius ingin menjadikan Kalimalang sebagai ikon wisata air, maka pembahasannya wajib dikunci dalam rencana pembangunan jangka menengah kota.
Sardi menambahkan, realisasi proyek wisata Kalimalang akan sangat bergantung pada keseriusan para pemangku kebijakan. Ia juga mengingatkan agar pengembangan wisata tetap memperhatikan pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas SDM, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga pelayanan publik.
“Merealisasikan visi pembangunan lima tahunan harus progresif, bukan hanya rutinitas. Harus berani membuat perubahan nyata yang terasa langsung oleh masyarakat,” ujarnya lantang.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah kota sedang melakukan berbagai persiapan, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk kawasan wisata air Kalimalang. Pihaknya juga menunggu keputusan dari Gubernur Jawa Barat sebelum melangkah lebih lanjut.
“Untuk desain keseluruhan rencana wisata air Kalimalang ini, kita masih menunggu keputusan dari Gubernur. Namun, kita tetap bergerak dengan menyiapkan DED agar pembangunannya nanti bisa maksimal,” kata Tri, Minggu (15/6/2025).
Kini, semua mata tertuju pada Kalimalang. Akankah aliran sungai yang selama ini dikenal sebagai lintasan harian warga Bekasi benar-benar berubah menjadi magnet wisata baru? Ataukah hanya akan menguap sebagai wacana musiman belaka?. (Ads)










