Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Banten

Kemarau Diprediksi Berlangsung hingga September, Warga Diajak Bijak Gunakan Air

×

Kemarau Diprediksi Berlangsung hingga September, Warga Diajak Bijak Gunakan Air

Sebarkan artikel ini
Kemarau diprediksi berlangsung hingga September, Pemkot Tangerang ajak warga bijak gunakan air bersih.
Kemarau diprediksi berlangsung hingga September, Pemkot Tangerang ajak warga bijak gunakan air bersih.

Suarapena.com, TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Imbauan itu disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut curah hujan di Kota Tangerang masih berada pada kategori rendah, sementara musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, penggunaan air secara bijak menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi dampak musim kemarau. Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang umumnya meningkat saat cuaca kering.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Kami mengajak masyarakat menerapkan langkah sederhana untuk menghemat air, seperti menggunakan air secukupnya sesuai kebutuhan, memperbaiki kebocoran saluran air di rumah, memanfaatkan air bekas yang masih layak untuk menyiram tanaman, serta menampung air saat tersedia untuk kebutuhan darurat,” kata Mahdiar, Selasa (4/8/2026).

Berita Terkait:  Sirene Pintu Air 10 Cisadane Berbunyi, Status Masih Siaga 3

Menurut Mahdiar, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran sampah, lahan kosong, maupun material lainnya selama musim kemarau. Sebab, kondisi cuaca yang panas dan minim hujan membuat api lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko kebakaran permukiman maupun lahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Gunakan air secara bijak, hindari pembakaran terbuka, dan segera laporkan apabila terjadi kekeringan atau kebakaran agar dapat segera ditangani. Dengan kolaborasi semua pihak, dampak musim kemarau di Kota Tangerang dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian hidrometeorologi, musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino yang masih aktif. Kondisi tersebut menyebabkan curah hujan menurun sehingga meningkatkan risiko kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah, sekaligus memperbesar potensi kebakaran.

Sebagai upaya antisipasi, Pemkot Tangerang telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk TNI melalui Koramil dan Kepolisian. Pemerintah juga menyiapkan mobil tangki air bersih, puluhan personel siaga, serta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendukung penanganan keadaan darurat.

Berita Terkait:  Sejumlah Orang Dikabarkan Terluka Akibat Pemuda Ngamuk Bawa Sajam di Ciledug

Di sektor penyediaan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi pelanggan masih dalam kondisi aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku berasal dari Sungai Cisadane. Meski debit sungai mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, ketersediaan air dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang juga telah menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran. Selain itu, kesiapan jaringan hydrant terus dioptimalkan agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air ketika terjadi keadaan darurat. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca