Suarapena.com, JAKARTA – Kerusuhan yang terjadi di Prancis beberapa waktu lalu mendapat respons dari Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus. Dia menegaskan agar dari tragedi tersebut bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia terutama aparat keamanan.
“Ini pembelajaran untuk kita, terutama aparat keamanan bagaimana menangani masalah-masalah sosial di lingkungan masyarakat. Nah kejadian di Prancis, ada anak muda melanggar (lalu lintas) dan ditembak, ada nuansa rasialisme di situ. Ini harus menjadi pelajaran untuk menjaga kebinekaan kita, jangan sampai dirusak,” kata Lodewijk dalam keterangan tertulis, Rabu (5/7/2023).
Pimpinan DPR Bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) ini juga mengimbau agar warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Prancis bisa menjaga diri, membaca situasi, dan selalu berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis.
“Saya sebagai Pimpinan DPR mengimbau agar bisa membaca situasi dan membatasi keluar, dan tentunya rajin berkomunikasi dengan kedutaan dan konsulat yang ada di sana, apa yang harus mereka lakukan,” ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Diketahui, kerusuhan di Prancis dipicu lantaran penembakan polisi yang menyebabkan pemuda berusia 17 tahun meninggal dunia pada 27 Juni lalu. Kejadian itu menimbulkan amuk massa dan kerusuhan di beberapa kota besar di Prancis sejak 28 Juni 2023 dan terus membesar, termasuk di Paris pada Jumat (30/6/2023) lalu.
Dalam kerusuhan itu, massa tak hanya sekadar melakukan aksi protes. Mereka juga melakukan pengrusakan, penjarahan dan pembakaran. Peristiwa ini terjadi di puluhan kota dan kota madya di seluruh Prancis, seperti di Paris dan sekitarnya, Lyon, Strasbourg, Metz, Marseille, dan lain-lain.
Dampak dari kerusuhan ini meliputi kebakaran di 2.560 titik di area publik, 1.350 kendaraan dibakar, dan 234 gedung dirusak serta dibakar. Selain itu, 994 orang ditangkap dan 79 aparat keamanan terluka akibat kerusuhan di Prancis. (Sp/ssb/rdn)










