Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Ketua Dewan Sindir Pengangkatan Kepala Sekolah Belum Dilakukan Meski Rotasi-Mutasi Digelar Pemkot Bekasi

×

Ketua Dewan Sindir Pengangkatan Kepala Sekolah Belum Dilakukan Meski Rotasi-Mutasi Digelar Pemkot Bekasi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi (dua dair kiri) menyaksikan langsung pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi (dua dair kiri) menyaksikan langsung pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Suarapena.com, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi baru saja melaksanakan perombakan struktural besar-besaran dengan memutasikan dan merotasi 44 pejabat eselon III dan IV, serta melantik 17 Kepala UPTD Puskesmas. Namun, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyoroti adanya kekosongan jabatan lain yang dinilai mendesak untuk segera diisi, yakni kepala sekolah.

Meski mendukung prinsip mutasi yang dilakukan, Ketua DPRD Sardi Efendi mengkritisi belum dilantiknya para calon kepala sekolah yang posisinya banyak lowong. Padahal, menurutnya, proses seperti diklat telah diikuti oleh para calon.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Wali kota dalam membuat kebijakan mutasi saat ini sudah berdasarkan talenta dan prestasi saya lihat muka-mukanya orang yang bekerja, dan mayoritas tenaga medis yang ada di Puskesmas, ada juga Kapus. Tentunya ini menguatkan pelayanan kesehatan termasuk juga RSUD adanya perbaikan-perbaikan sisi keuangannya. Kita berharap dapat memenuhi harapan,” kata Sardi, Sabtu (7/2/2026).

Berita Terkait:  3.487 Pegawai R4 Pemkot Bekasi Dipastikan Jadi P3K Paruh Waktu, Status Resmi Oktober 2025!

Namun, ia melanjutkan, bahwa masih banyak Kepsek yang belum diangkat padahal sudah lulus diklat. Maka pengangkatan Kepsek dinilainya sangat penting dilakukan untuk menjaga mutu pendidikan di sekolah.

“Justru untuk calon kepsek (kepala sekolah) yang belum diangkat sudah ikut diklat, kita meminta wali kota segera mengangkat sebelum pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tahun ini dimulai, karena banyak yang kosong, sekolah diisi oleh Plt. kepsek yang membuat tidak kondusif.”

Berita Terkait:  Bekasi Siapkan Lompatan Besar! Raperda Industri 2025–2045 Siap Dibahas DPRD

Kritik Sardi menyoroti dampak praktis dari kekosongan jabatan kepala sekolah yang hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt.). Kondisi ini dinilai dapat menciptakan ketidakkondusifan di lingkungan sekolah, terutama menyambut periode penerimaan murid baru.

Seperti diketahui, pelantikan massal untuk pejabat eselon III, IV, dan Kepala Puskesmas tersebut digelar pada Jumat (6/2/2026). Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan langkah ini sebagai bagian dari strategi mengisi kekosongan jabatan, menyegarkan organisasi, dan meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca