Suarapena.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk lahan terdampak banjir di Kudus, Pati, dan Grobogan. Klaim ini bertujuan melindungi petani dari kerugian akibat gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa pendataan lahan sudah selesai dan dimasukkan ke aplikasi SIAP untuk klaim AUTP.
“Jasindo akan memvalidasi data bersama petugas OPT di tiap kabupaten. Proses ini biasanya 15 hari setelah laporan,” kata Defransisco, Selasa (20/1/2026).
Adapun luas lahan terdampak banjir tercatat: Kudus 315,49 hektare, Pati 672,12 hektare, dan Grobogan 83,3 hektare. Penggantian asuransi biasanya diberikan untuk padi yang sudah menjelang panen.
Untuk Kabupaten Jepara, mekanisme berbeda. Bantuan diberikan berupa benih dan pupuk untuk tanam ulang, karena wilayah tersebut belum masuk AUTP 2025.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya, menekankan pentingnya asuransi bagi petani menghadapi cuaca ekstrem dan bencana. Pemprov Jateng tahun ini mengalokasikan Rp1,8 miliar untuk melindungi petani dan lahan seluas 10.449 hektare, agar target ketahanan pangan 2026 tetap tercapai. (sp/pr)










