Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Komisi II DPR Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Politik Jelang Pemilu 2024

×

Komisi II DPR Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Politik Jelang Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga stabilitas politik jelang Pemilu 2024.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga stabilitas politik jelang Pemilu 2024.

Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan, kebebasan, dan kenyamanan jelang Pemilu 2024. Menurut dia, ketiga hal tersebut merupakan parameter dalam menjaga stabilitas politik Tanah Air.

“Karena ini adalah tahun politik, maka semua pihak menurut saya mencoba mengendalikan tiga parameter berada di dalam keadaan yang seimbang, yakni keamanan terjaga; kebebasan tidak terdistorsi, tidak terancam; dan kenyamanan bisa didapatkan siapa pun,” kata Yanuar kepada wartawan baru-baru ini, Senin (12/6/2023).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Politisi Fraksi PKB ini menyebutkan, faktor-faktor yang mendorong terganggunya stabilitas politik itu bisa datang dari mana saja. Sebab, banyak hal tak terduga yang bisa terjadi di tahun politik menjelang Pemilu 2024.

Berita Terkait:  Prabowo Dijadwalkan Temui 2.000 Kiai dan Tokoh Banten dalam Kampanye Perdana

“Contoh misalnya, ketika satu kelompok, satu individu merasa terancam kebebasannya oleh kelompok lain, kalau individu lain karena dianggap berbeda pandangan, berbeda pendapat, berbeda haluan maka ini adalah potensi terjadinya ketidakbebasan,” jelas Yanuar.

Selain itu, dia juga menyebut gangguan stabilitas politik bisa datang dari kebijakan yang dikeluarkan lembaga-lembaga negara yang bersinggungan langsung dengan wilayah politik.

Jika hal tersebut terus dipaksakan, maka terjadi turbulensi yang akan berpotensi mengganggu stabilitas. Bahkan keadaan bisa semakin memburuk apabila tidak terkendali dalam waktu yang lebih lama.

Untuk itu, dia mengajak segenap elemen masyarakat untuk menahan diri serta memberikan kebebasan bagi siapapun memperoleh kesempatan yang sama.

Berita Terkait:  Presiden Akan Lantik Kepala Daerah Terpilih Secara Serentak Sejarah Baru

“Stabilitas terganggu atau stabilitas terpelihara, antara lain karena ada ilustrasi kebijakan yang tidak kompatibel dengan situasi atau keadaan. Menahan diri itu artinya berjalanlah pada rel yang sudah kita sepakati bersama. Itu satu. Kemudian yang kedua, berikanlah kebebasan kepada siapa pun untuk tumbuh dan berkembang, baik menjadi calon atau ikut mendorong calon, beri saja kebebasan,” terangnya.

Terakhir, dirinya pun optimistis apabila parameter stabilitas politik itu terpelihara, maka Indonesia dapat melalui tahun politik yang bak musim pancaroba itu dengan keadaan jauh lebih baik lagi kedepannya.

“Siapapun presidennya, NKRI harga mati, siapapun presidennya Pancasila tetap harus kita pertahankan,” pungkasnya. (Sp/we/rdn)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca