Suarapena.com, CIANJUR – Jumlah korban jiwa akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu terus bertambah.
Berdasarkan data sementara yang dilaporkan BNPB, korban meninggal per hari Jumat (25/11/2022) menjadi 310 orang.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, pertambahan jumlah korban jiwa disebabkan oleh adanya 17 jenazah yang ditemukan per hari ini di wilayah gempa.
“Hasil operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan Tim SAR gabungan per hari ini mendapat jenazah sebanyak 17 orang, sehingga jumlah meninggal menjadi 310 orang,” kata Suharyanto dalam keterangan persnya.
Dia menjelaskan, 17 orang yang meninggal dunia terdiri dari sembilan orang pelintas dan delapan orang warga Cugenang.
Untuk delapan orang itu sudah teridentifikasi nama dan alamatnya.
Adapun jumlah warga Cugenang yang hilang akibat gempa dilaporkan sebanyak 32 orang.
“32 orang yang masih hilang di kecamatan Cugenang sudah ada by name by address, hari ini ditemukan delapan jenazah. Dan yang belum ditemukan adalah 24 orang.
24 orang ini masih dicari terus, tapi 24 orang sudah jelas identitasnya, sehingga kalau ditemukan tinggal dikurangi jumlah orang yang hilang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suharyanto menyebut jumlah pasti rumah yang dikategorikan rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan akibat gempa masih fluktuatif.
Untuk fasilitas umum lainnya yang rusak antara lain 363 sekolah, 144 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan 16 gedung perkantoran. (Bo/Sp)







