Suarapena.com, TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan pembangunan delapan ruas jalan kota sepanjang 2026. Pembangunan tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mengurangi kemacetan di sejumlah titik.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Setiawan, mengatakan saat ini proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan survei lapangan.
“Pemkot Tangerang memproyeksikan pembangunan delapan ruas jalan kota untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mengurangi kemacetan di Kota Tangerang,” ujar Iwan, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, realisasi pembangunan fisik ditargetkan mulai pada awal April 2026. Penjadwalan tersebut dilakukan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat saat momentum Lebaran Idulfitri.
Adapun delapan ruas jalan yang akan dibangun meliputi Jalan Saluran Pembuangan Semanan Green Lake arah DKI Jakarta (lanjutan proyek sebelumnya), Jalan Pembuangan Semanan Poris Gondrong, Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat Bayur, Jalan Sisi Saluran Cisadane Timur-Selatan, Jalan Sisi Saluran Cisadane Timur-Utara, Jalan Sisi Saluran Semanan Hasyim Ashari Cipondoh, Jalan Looping Tanah Gocap Karawaci, serta Jalan Akses Graha Raya–Raden Fatah via Puri Kartika Ciledug.
Selain pembangunan jalan kota, Pemkot Tangerang juga menargetkan rekonstruksi jalan lingkungan di 320 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Target tersebut disebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Selain jalan kota, ada juga jalan lingkungan yang akan kita tangani secara serius pada tahun ini,” kata Iwan.
Pemkot juga merencanakan pembangunan jembatan di 32 lokasi serta pembangunan dan peningkatan trotoar yang menjadi prioritas tahun ini.
Menurut Iwan, rangkaian pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas infrastruktur serta mendukung pertumbuhan wilayah di Kota Tangerang. (sp/pr)










