Suarapena.com, MAGELANG – Perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang, selalu menjadi acara yang sangat dinanti oleh umat Buddha dari seluruh dunia. Setiap tahunnya, Borobudur tidak hanya menyaksikan rangkaian ritual suci yang khidmat, tetapi juga menjadi panggung bagi perayaan yang meriah, penuh makna, dan mendalam.
Pada Waisak 2025, ribuan umat Buddha dari berbagai negara berkumpul untuk merayakan momen spiritual yang sangat istimewa ini. Para peserta mengikuti berbagai ritual, mediasi, dan doa yang digelar dengan khusyuk di lingkungan Candi Borobudur.
Puncak perayaan Waisak di Borobudur adalah festival lampion yang tidak hanya menambah keindahan langit malam, tetapi juga menggambarkan harapan dan doa bagi dunia yang damai. Pada Waisak 2025, sebanyak 2.569 lampion diterbangkan, menjadikan langit Borobudur seolah terbangun dalam keajaiban cahaya.
Festival kala itu dibagi dalam dua sesi, pertama antara pukul 18.00–20.00 WIB, dan sesi kedua pada pukul 21.00–23.00 WIB, untuk memastikan kenyamanan peserta. Ribuan lampion yang terbang ke angkasa merupakan simbol yang mendalam, mengingatkan akan pentingnya harapan, kedamaian, dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Selain keindahan dan makna spiritualnya, perayaan Waisak di Borobudur juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Magelang. Setiap tahun, peningkatan jumlah wisatawan yang datang untuk menyaksikan perayaan ini memberikan dorongan bagi sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Hotel, restoran, dan toko oleh-oleh di Magelang mengalami lonjakan omzet yang signifikan, sementara UMKM lokal semakin terlihat dalam memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk khas mereka. Waisak bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sumber penghidupan bagi banyak orang di sekitar Borobudur.
Candi Borobudur, yang merupakan salah satu warisan budaya terbesar dunia, semakin memperkokohkan posisinya sebagai destinasi wisata spiritual terkemuka di Indonesia. Tidak hanya sebagai situs sejarah, Borobudur kini menjadi pusat spiritualitas yang menarik bagi umat Buddha dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Dengan dukungan pemerintah dan pengelola Candi Borobudur, fasilitas dan layanan untuk wisatawan terus diperbaiki dan ditingkatkan. Borobudur bertujuan untuk menjadi destinasi wisata spiritual kelas dunia yang dapat menyatukan tradisi, budaya, dan spiritualitas dalam satu tempat yang luar biasa.
Perayaan Waisak di Borobudur adalah contoh sempurna dari perpaduan antara tradisi spiritual dan potensi ekonomi. Festival lampion yang meriah setiap tahunnya menjadi simbol harapan, kedamaian, dan kekuatan spiritual yang menarik wisatawan domestik maupun internasional.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola Borobudur, perayaan Waisak di Candi Borobudur diharapkan akan terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Magelang, dan semakin memperkaya warisan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Mari jaga dan lestarikan tradisi indah ini sebagai kebanggaan bersama. (sp/br)










