Suarapena.com, JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, memberi peringatan keras kepada para kepala daerah agar selalu berhati-hati dan tidak mudah tergiur untuk terjerumus dalam praktik korupsi yang dapat merugikan masa depan mereka.
Dalam sebuah pembekalan kepada kepala dan wakil kepala daerah yang berstatus kader PDIP di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2025), Mahfud menegaskan pentingnya memahami jebakan korupsi yang kerap menjerat pejabat daerah.
“Banyak kepala daerah yang terjebak karena mengatur APBD dan program bersama DPRD dengan cara yang tidak transparan. Praktik ini sering berujung pada penahanan pejabat daerah yang terlibat dalam kasus korupsi,” ujar Mahfud, mencontohkan bagaimana sejumlah kepala daerah dan anggota DPRD masuk penjara secara bersamaan akibat praktik mark up atau mark down untuk mendapatkan “kickback” yang melanggar hukum.
Menurut Mahfud, perhatian terhadap hal ini sangat penting, karena tindak pidana korupsi dapat dikejar meski sudah memasuki masa pensiun, mengingat hukum tentang korupsi tidak mengenal kadaluarsa hingga 18 tahun. Oleh karena itu, Mahfud menekankan kepada para pejabat daerah untuk selalu berpegang pada prinsip baik, sesuai dengan ideologi partai, agar pensiun dengan tenang dan tanpa beban.
“Jika Anda menjalankan tugas dengan benar, mengikuti ideologi partai, maka saat pensiun, Anda akan tidur nyenyak tanpa rasa takut,” lanjut Mahfud.
Mahfud juga mengungkapkan bahwa maraknya praktik korupsi di Indonesia dapat dilihat dari merosotnya Indeks Persepsi Korupsi. Dia menyoroti bahwa korupsi kini menjadi lebih terdesentralisasi, terjadi baik secara vertikal maupun horizontal, dan ini diperburuk oleh sistem rekrutmen politik yang tidak mampu mengendalikan perilaku koruptif.
“Selain keserakahan, sistem rekrutmen politik yang buruk turut mendorong terjadinya korupsi, bahkan orang-orang yang awalnya baik pun bisa terjerumus,” jelas Mahfud.
Pembekalan yang diadakan di Sekolah Partai ini turut dihadiri oleh sejumlah pengurus DPP PDIP, termasuk Djarot Saiful Hidayat, Komarudin Watubun, Ganjar Pranowo, dan Wakil Sekjen PDIP Aryo Adhi Dharmo. Mereka mendengarkan dengan seksama paparan Mahfud tentang pentingnya menjaga integritas dan menjauhi jebakan korupsi dalam menjalankan roda pemerintahan. (r5/sp)










