Suarapena.com, JAKARTA – Belakangan ini, Indonesia tengah menghadapi berbagai masalah terkait kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari kelangkaan hingga kenaikan harga barang-barang seperti minyak goreng, cabai, gula, daging sapi, dan kacang kedelai. Situasi ini bahkan telah memaksa produsen tahu dan tempe untuk menghentikan produksi mereka.
Sebagai respons, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional untuk mengendalikan harga. Langkah ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VI DPR RI, Muslim, meskipun ia menekankan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Kementerian Perdagangan.
Menurut Muslim, upaya untuk mengendalikan kenaikan harga barang pokok tidak cukup hanya dengan melakukan sidak ke pasar tradisional. Diperlukan juga skema koordinasi yang jelas antara berbagai Kementerian dan Lembaga yang terkait dengan masalah pangan.
Muslim mengungkapkan, “Saya melihat langsung cukup bagus, tapi kadang-kadang setelah Pak Menteri sidak ini tiba-tiba barangnya ini hilang lagi Pak Menteri. Ini real, kenyataan,” dalam Rapat Kerja dengan Mendag Zulkifli Hasan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2023).
Oleh karena itu, ia berharap Kementerian Perdagangan dapat melakukan langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di dalam negeri. Salah satunya adalah dengan memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan kementerian/lembaga terkait lainnya.
“Saya pikir ini bukan hal yang baru. Kita harapkan ada langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh pihak Pemerintah. Yang kedua, tentu untuk menyikapi itu semua tentu kita harapkan ada satu skema koordinasi Pak Menteri yaitu berkaitan juga konsolidasi dengan lembaga khususnya lembaga atau badan terkait ya terutama di Badan Pangan Nasional,” tutupnya. (bia/rdn)










